Cafe Bisnis Online
News Update :

TERPOPULER

Tampilkan postingan dengan label Penduduk Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penduduk Indonesia. Tampilkan semua postingan

Catatan : Uang masih utuh di saku jaketku. Oleh : Ahsan Azhar

Senin, 09 April 2012

Aku sedang berdiri di depan mini market, ada ibu pengemis duduk di emperan, dia menatapku, aku tidak kuat menatapnya. Sambil berjalan mondar-mandir, aku memikirkan berapa besar jumlah uang yang akan kuberikan kepadanya. Tangan kananku merogoh saku jaket sebelah kanan, menghitung lembar-lembar uang sisa kembalian makan malam tadi, sementara tangan kiriku menjepit rokok yang masih setengah batang lagi. Sesekali aku meliriknya, dia masih menatapku.

Aku membayangkan dia adalah ibuku, ibuku yang sedang menatap seorang yang tidak kuat untuk menatapnya namun sambil membayangkan dirinya adalah ibunya.
*
Aku berlalu pergi, setelah memberikannya beberapa lembar rasa kasihan.

Uang masih utuh di saku jaketku.

Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online Lowongan kerja buat facebookers Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online

Penggulingan SBY; turun dengan hormat tanpa sejarah terhormat

Minggu, 18 Maret 2012

Ketidak percayaanlah yang menjadi masalah berat bagi pemerintah SBY hari ini, banyaknya penyakit Negara yang tidak bisa disembuhkan SBY dan kroninya, menjadi penyebab utama ketidakpercayaan ini. Mulai dari Penyelamatan TKI di luar negeri yang tidak maksimal, konflik horizontal antar masyarat yang memakan korban, konflik vertikal masyarakat dan kepolisian yang juga memakan korban sampai pembungkaman para aktivis dan media. 
SBY harus turun atau diturunkan konsekuensinya sama; tanpa sejarah terhormat.
Kenaikan harga BBM adalah masalah terakhir setelah kasus besar tak mampu diselesaikan oleh SBY dan jajarannya, meski dipicu oleh oleh konflik Amerika-Israel terhadap Iran tentu masalah tak bisa hanya selesai sampai disitu, bagaimana dengan nasib rakyat Indonesia..?

Begitu rakyat Indonesia tetap menuntut pemerintah mencari jalan keluar dari Konflik tersebut jangan sampai berefek negative terhadap Indonesia. Kalaupun hal tersebut sangat sulit untuk dicarikan formulasi agar BBM tidak naik maka secara politik daya dukung internal dari warga Negara Indonesia harus kuat dan solid. Sementara yang terjadi pemerintah tidak mendapatkan dukungan maksimal dari rakyat Indonesia dalam pengurusan rumah tangga negara.

Namun apa yang bisa membuat masyarakat kuat dan solid di tengah begitu banyaknya masalah hukum dan kasus korupsi akut yang tidak bisa diselesaikan dengan cepat dan tuntas, lebih parahnya lagi masalah hukum dan kasus korupsi banyak dialami oleh kader-kader dari partai yang membawa SBY menjadi presiden dalam 2 periode. Mengapa bisa terjadi….!!! Segalanya karena hasrat kekuasaan.

Maka apa yang harus dilakukan oleh pemerintah dengan krisis kepercayaan yang dialaminya? SBY harus dijatuhkan secara hormat meski tak harus memiliki sejarah terhormat, sebab SBY tidak mungkin akan turun atas kemauan sendiri. Mesti ada momentum yang bisa membuat beliau turun tahta, SBY harus menyadari bahwa bukan rakyat yang memaksa beliau untuk turun tapi situasi kondisilah yang mengarahkan SBY diganti dengan orang baru yang memiliki semangat baru.

Walaupun tidak ada jaminan bahwa yang baru akan lebih baik tapi paling tidak rasa percaya terhadap pemimpin itu benar-benar diberikan kepada pemimpin baru dari rakyat yang terancam, karena pemimpiun tanpa kepercayaan dari masyarakat sama saja dengan menjadi pemimpin di Negara tanpa Menara. Jika di pastikan SBY tidak turun maka harus diturunkan!!!, karena inilah rasionalisasi akhir dari kondisi yang dihadapi oleh bangsa Indoensia. [SS]


LINK AFFILIATE


Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online Lowongan kerja buat facebookers Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online

SYMPHONI RINDU SANG PELAUT; Sipakainga, Sipakalebbi na to Sipatokkong.

Sabtu, 17 Maret 2012



Rudy Syam
Pesta Panen Rakyat adalah suatu pesta yang diidamkan oleh seluruh rakyat termasuk Nelayan (Sang Pelaut), pesta panen adalah pesta pengungkapan rasa syukur dari rakyat kepada Tuhan karena telah diberi keberhasilan usaha setelah panen.

"Dalam pesta panen Nelayan mengundang keluarga, kerabat, pemimpin masyarakat pelaut, pedagang dan ponggawa serta bangsawan dimana pesta memberikan ruang-ruang tudang sipulung dalam menjalin silaturahim antara semua komponen masyarakat dengan niat mempererat tali persaudaraan tanpa kepentingan sesaat" 

Mereka melebur dalam satu baik orang tua, anak-anak, laki-laki ataupun perempuan dalam satu ikatan kelaurga dan kerabat yang merasakan betapa indahnya arti hidup persudaraan. Tapi cerita ini adalah kisah kejayaan dari nenek moyang kita yang dikenal sebagai Sang Pelaut (Sweet Memories).

Pesta Demokrasi Rakyat adalah pesta rakyat zaman modern yang sangat jauh dari Pesta Rakyat zaman nenek moyang, pestanya anak zaman modern, orang-orang mapan ataupun kaum elit yang mengatasnamakan rakyat. Pesta Demokrasi ini memang sangat jauh dari pesta panen yang mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan yang didapat sedangkan pesta zaman modern ini adalah pesta yang menentukan pemimpin, apakah akan membawa aspirasi dan kepentingan rakyat ? atau apakah aspirasi kaum mapan, elit ataupun berjuis? Selain itu Pesta Demokrasi ini adalah langkah awal dari suatu  perjuangan yang panjang, berbeda dengan pesta panen rakyat yang merupakan pesta dari hasil perjuangan yang panjang.

Warisan yang kehilangan ahli warisnya atau ahli waris yang kehilangan warisannya....?
Adalah sangat lucu ketika kita mewariskan sebuah oleh-oleh indah kepada anak cucu kita sebuah kotak yang sangat besar atau sebuah kolam yang sangat besar tetapi isinya segenggam pasir sekepal tangan ataupun seteguk air. 

Segenggam itu bak pasir yang semakin erat untuk dikepal semakin habis ataupun seteguk air asin yang ketika diminum maka semakin terasa kehausan. Maka dapat dibayangkan bagaimana jadinya anak cucu yang akan saling menjatuhkan, menyakiti, bahkan saling membunuh kasarnya menghalalkan segala cara untuk memiliki sesuatu. Sejarah akan berulang lagi seperti kejadian awal peradaban manusia antara persaingan Habil dan Qabil....

Padahal warisan yang diberikan oleh nenek moyang kita sangat banyak mulai dari kekayaan fisik dengan bentangan geografis yang siap untuk diolah ataupun warisan nilai sosial dengan  jiwa ramah tamah dan gotong royong, budaya yang beragam dengan seni yang mengagumkan. 

Pertanyaan muncul kemudian ’kemanakah warisan Kerajaan Majapahit ataupun Kerajanan Luwu ? kemanakah Warisan Patih Gajah Mada ataupun Jiwa dan Semangat Andi Djemma? jawabannya mungkin subjektif bagi saya yaitu dimakan oleh raksasa ketamakan dan keserakahan oleh anak zaman yang mengatas namakan kemoderenan dan didukung oleh orang-orang luar yang memfasilitasi ketamakan dan keserakahannya. 

Pendeknya mereka (nelayan) seolah-olah telah kehilangan hak untuk memanfaatkan (territorial use rights) dan hak secara turun temurun yang dimiliki (Indigenous use rights). Mereka telah dibuai dan dimanjakan dengan kesenangan semu tanpa tersadar mereka telah dirampok didepan mata sendiri.

Simphoni Kemiskinan Nelayan
Sangat menggelitik bagi saya, ketika saya membaca sebuah buku dengan tema ”Simponi Kemiskinan Nelayan” yang mengatakan  suatu simphoni masyarakat nelayan adalah simphoni yang terus bersenandung dihampir seluruh kawasan pesisir Indonesia meskipun pembangunan negara ini sudah berlangsung kurang lebih 67 tahun semakin keras dan bergema. 

Sangat menyedihkan kondisi saat ini yang notabenenya adalah zamannya anak modern, zamannya kemapanan tapi yang timbul adalah kesengsaraan yang ada disepanjang 81.000 km² pantai yang dipenuhi oleh sekitar 65 % manusia yang ada di Indonesia dengan tatapan dan sorotan mata yang mengandung simponi kemiskinan selama kurang lebih dari setengah abad dari babak keberadaan Indonesia.

Maka tepatlah dengan istilah yang sering dialamatkan dan disindirkan kepada mereka yang tidak tahu sama sekali. The Poorest Of The Poor, alias kelompok termiskin dari yang miskin. Mereka yang miskin ide, gagasan dan tindak aksi ekonomi. Mereka miskin informasi, pendidikan, pengetahuan, pelatihan-pelatihan, modal usaha serta kemampuan usaha. 

Selain itu mereka dalam lingkungan yang miskin dengan sarana, prasarana dan pranata sosial ekonomi yang merupakan prasyarat dan modal dasar bagi mereka untuk mengaktualisasikan dirinya sebagai anak cucu dari seorang pelaut di zaman yang notabene diklaim sebagai zamannya kemoderenan. Selain itu mereka hidup dilingkungan i dont care (istilah zaman anak modern) yang miskin perhatian, simpati dan empati. Mereka hidup dalam kemiskinan dan terjebak dalam lingkaran  setan kemiskinan (Poverty vicious circle) yang ujung pangkalnya tidak jelas dan saling terkait sebab-musababnya.

Ketidakmampuan dan ketidakberdayaan menghadapi Raksasa Globalisasi sehingga menciptakan ilegal product modernisasi. Kentalnya mementingkan kepentingan sendiri, dan pudarnya jiwa kekeluargaan dan kekerabatan adalah contoh kecil dari gilasannya. Menurut Rick Warren dengan konsep purpose driven memvonis Five Global Giants alias Lima Raksasa yang mempunyai kekuatan, kuasa dan pengaruh yang sangat besar. Lostness (ketersesatan), Lack of servant leaders (Pemimpin yang dilayani), Poverty (kemiskinan), Sickness (penyakit), dan Ignorance (kebodohan) adalah biang kerok ketidakberesan yang ada dimuka bumi ini. 
  
Simphoni Rindu Sang Pelaut
Maka sangat tepatlah untuk segera terbangun dari tidur nyenyak dengan nina bobo, untuk segera mengambil langkah dengan momen yang tepat di Pesta Demokrasi Rakyat  Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang sedang berjalan saat ini. Marilah kita sukseskan pesta ini karena sejatinya adalah pestanya rakyat untuk memilih pemimpin yang membawa aspirasi rakyat dan bukan pemimpin yang dilayani (Lack of servant Leaders) tetapi pemimpin yang melayani rakyat (The Real Leaders). Ingat ka le’...dan ingatki’ dengan janjita...!

Sewajarnya jika rakyat (Nelayan) merindukan suatu simphoni kerinduan sang pelaut yang telah lama tidak terngiang ditelinga mereka. Sumpah Palapa yang dikumandangkan dengan gagah oleh Mahapati Gaja Mada ”Saya tidak akan memakan buah kelapa sebelum wilayah ini kupersatukan dalam satu wilayah Nusantara Hasta Mandala Dwipa, semangat Jiwa dan Juang dari Andi Djemma yang terkonteks indah oleh para To Ciung ”Ma’ Bicara naparapi, Ma’ Binru Tepupi Napaja” ataupun petuah dari sang nenek moyang ”Sekali layar terkembang pantang biduk surut ke pantai”.

Masyarakat sekarang ini, utamanya para nelayan sangat merindukan suasana yang telah hilang, suatu kondisi jiwa dan semangat yang ada pada nenek moyang kita. Sikap dan tindak yang ramah tamah, kekeluargaan, kekerabatan, gotong royang serta jiwa persatuan dan kesatuan.

Kerinduan kedua adalah Pemimpin yang siap melayani masyarakat, mengutamakan kepentingan negara segagah dengan Mahapati Gaja Mada dan bekerja keras untuk rakyat seperti Raja Andi Djemma serta tokoh masyarakat, agama ataupun budayawan serta dari kaum akademisi yang bisa dijadikan panutan dalam bermasyarakat seperti tokoh To Ciung.

Bukankah dengan kesederhanaan dan ketradisonalan (menurut versi manusia modern saat ini) nenek moyang kita lebih sejahtera, lebih damai dan bahkan lebih mapan karena telah berhasil menyatukan rakyat yang lebih berbudi, bergotong royong dan saling menghargai dengan keberagaman, serta tanpa adanya  simphoni kemiskinan.

Jika dengan jiwa dan kearifan nenek moyang serta tetap berpegang kepada budaya serta didukung dengan ilmu dan perkembangan teknologi, saya yakin negara ini bisa kembali mendulang sejarah seperti apa yang telah dicapai oleh para nenek moyang kita sebagai seorang pelaut yang selalu Sipakainga, Sipakalebbi na to Sipatokkong.

Oleh: Rudy Syam
Mahasiswa Akhir Pascasarjana Universitas Hasanuddin.
BTP Blok Ac No. 9 Makassar

Saat di temui Bung Rudy sedang menulis dilaptop ditemani kopi dan setumpuk buku-buku lingkungan, kelautan dan sosial, pandangannya fokus tertuju pada layar komputernya. Setelah di wawancarai ternyata beliau sedang mempersipakan pembuatan buku barunya yang memuat banyak fakta tentang kondisi pesisi dan laut yang ada di Indonesia.

Tulisan yang ada di depan pembaca sekarang adalah catatan tentang sebagian kecil dari riset yang beliau lakukan selama menempuh studi Pasca sarjana di Universitas Hasanuddin. Kita tunggu tulisan-tulisan beliau selanjutnya. Semoga bermanfaat untuk semua...Amin !!

Link Affiliate :
http://UangDownload.Com/join/2076.html
http://topfacebookbisnis.com/go/2195954.html

http://UangDownload.Com/join/48632.html

https://masterkey.masterweb.net/aff.php?aff=5879


Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online Lowongan kerja buat facebookers Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online

[2012]Pertanian dan Kelautan : Isu Seksi Indoensia Memasuki Krisis Pangan Dunia

Kamis, 15 Maret 2012

Perhatian dunia tidak hanya di resahkan dengan isu kiamat 2012, akan tetapi prediksi masa depan dunia yang akan mengalami masa sulit dengan bertambahnya penduduk dunia adalah krisis pangan. Beberapa wilayah di Sahel, Afrika Barat membutuhkan dukungan mendesak untuk mencegah krisis ketahanan pangan dan gizi buruk. Dukungan itu akan melindungi dan memulihkan mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada ternak dan tanaman, tulis Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO ).

Badan FAO.org, Selasa, 13 Maret 2012, menyerukan setidaknya dibutuhkan dana tambahan US$69,80 juta untuk memberikan bantuan kepada 790 000 rumah tangga pertanian yang rentan terjebak dalam siklus krisis pangan berulang. Sekitar 15 juta orang diperkirakan berada pada risiko kerawanan pangan di Sahel, sebagian karena turunnya produksi agribisnis lokal yang signifikan. Bagaimana denga Indonesia…! Di prediksikan Indonesia akan mengalami krisis pangan diantara tahun 2017 dan 2020. Artinya penderita gizi buruk akan bertambah banyak diikuti dengan meningkatnya kejahatan sosial di tengah masyarakat Indonesia.

Tingginya Pertumbuhan penduduk
Pada tahun 1986, populasi dunia sudah mendekati angka 5 milyar, yang diperingati secara simbolis dengan kelahiran salah satu bayi di negara Yugoslavia tepat pada tanggal 11 Juli 1987. Pada tahun 2005 jumlah penduduk dunia sudah mencapai angka 6,45 milyar dan ditahun 2012 ini penduduk dunia sudah mencapai 7 milyar orang. Bisa dibayangkan ketika kita di Indonesia susah mendapatkan makanan, disaat lapar menyerang sementara setiap orang mengamankan stok pangannya pasti terbesit dalam diri untuk melakukan tindakan mendapatkan makanan dengan cara-cara yang keluar dari koridor kemanusiaan, bisa merampas, merampok bahkan membunuh hanya untuk mendapatkan makanan. --> sebagai gambaran saja.

Masa sulit yang dialami oleh masyarakat Indonesia sekarang bakal lebih parah dari sekarang. Mengapa..! masyarakat yang baru diperhadapkan dengan masalah korupsi yang tidak tuntas, harga BBM yang dipastikan naik sudah membuat resah masyarakat sementara ketersediaan sumber makanan yang memadai. Tentu ini punya alasan, tingginya ongkos produksi membuat perusahaan akan melakukan PHK massal, pemutusan kontra kerja outsourcing dll, alasan ini realistis bagaimana bisa menghidupi diri dan keluarga jika tak memiliki sumber penghasilan, ini adalah salah satu contoh dari masalah yang dialami sebagian besar dari penduduk Indonesia.

Apa yang terjadi jika ketersediaan pangan yang sedikit dengan jumlah penduduk Indonesia yang semakin bertambah dan mahalnya harga kebutuhan pangan, maka jelas walaupun memiliki pekerjaan dan penghasilan harus berupaya untuk mendapatkan sumber pangan, apalagi kalau ditambah dengan tidak adanya pekerjaan dan mahalnya segala kebutuhan pangan akibat kebijakan pemerintah yang tidak serius penuh untuk secepat mungkin menuntaskan masalah Negara yang sudah banyak sekali merugikan rakyatnya. Pantaslah jika PBB leat Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO ) dengan penelitiannya memprediksikan bahwa dunia akan berhadapan dengan masalah krisis pangan tersebut, termasuk Indonesia. Pasti…!!!

Dari pertambahan absolut penduduk Indonesia ini selama tahun 1930 sampai tahun 2005, dapat diringkaskan pertambahan penduduk Indonesia persatuan waktu adalah sebesar setiap tahun bertambah 2,04 juta orang pertahun atau, 170 ribu orang perbulan atau 5.577 orang perhari atau 232 orang perjam atau 4 orang permenit. Pencacahan penduduk telah dilaksanakan secara lebih teratur dengan cakupan wilayah yang sudah relatif lengkap, baik melalui Sensus Penduduk maupun melalui SUPAS (Survai Penduduk Antar Sensus). Berdasarkan pencacahan tersebut, pada tahun 1971 jumlah penduduk Indonesia sebanyak 119 juta jiwa, kemudian bertambah menjadi 147 juta pada tahun 1980, menjadi 179 juta pada tahun 1990, bertambah lagi menjadi dan 206 juta pada tahun 2000 dan 213 juta pada tahun 2005.

Langkah antisipatif tentu harus dipicu oleh Negara dan rakyatnya agar bersama-sama bertindakn siap siaga dalam menghadapi resiko yang berefek pada dehumanisasi massal & dekadensi moral ini, sebagai alasan dari keterdesakan alamiah manusia untuk mengisi kampung tengah (Perut, red). Maka penguatan sektor yang berhubungan dengan pangan harus difokuskan terutama pada sector pertanian dan kelautan sebagai keterwakilan zona darat dan laut.

Pertanian & Kelautan
Sebagaimana dinyatakan oleh Prof Dr Ir Tineke Mandang, bahwa saat ini kondisi pertanian Indonesia sangat tertinggal dari negara lain seperti Thailand, India, Malaysia dan Vietnam. “Indonesia belum memiliki peta perkembangan pertanian ke depan seperti apa, pertanian bukan hanya masalah beras saja, tapi semua tanaman pangan yang harus dikelola. Sementara konsumsi pangan semakin meningkat sedangkan lahan pertanian sudah mulai berkurang,”

Mengatasi hal ini pemerintah dan petani harus segera tersadarkan agar Indonesia tidak cepat mengalami krisis pangan. Seperti yang diungkapkan Prof. di atas “Ada baiknya pemerintah meniru program pertanian di Jepang yang menghargai para petaninya dengan memberikan kompensasi kepada petani yang mau menggarap lahanya, agar petani merasakan pentingnya memiliki lahan bertani,”. Oleh karena itu pemerintah Indonesia harus mewaspadai hal ini dengan menerapkan teknologi pertanian dengan menciptakan pangan alternatif seperti pengelolaan ubi menjadi sumber gandum yang bisa di ekspor.

Pada sektor kelautan masih terdapat sekelumit persoalan dari pencurian ikah oleh Negara asing, pemboman sampai amburadulnya sistem pengelolaan kelautan serta kurang berhasilnya pemerintah dalam melakukan pemberdayaan terhadap nelayan yang telah berjasa dalam menyupali nutrisi dari dalam laut untuk dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Lebih parahnya lagi indoensia dengan luas lautan dan kandungan sumber daya ikan dan garam harus menginpor kedua sumber daya tersebut (garam & ikan, red). Senada dengan pesan yang diberikan oleh Fadel Muhammad kepada Menteri Kelautan dan Perikanan yang baru “Sharif Cicip Sutardjo”.


Akhirnya
Pertumbuhan penduduk akan terus meningkat maka bahaya Krisis pangan dan kurang gizi akan terus mengancam. Sadar atau tidak, bertindak atau diam saja maka kesimpulannya harus bertindak atas kesadaran atau ketidaksadaran. Sebagian dari Negara afrika yang mengalai krisis pangan dan kurang gizi disebabkan karena kombinasi beberapa faktor, termasuk kekeringan; penurunan tajam dalam produksi sereal dan harga gabah tinggi, degradasi lingkungan, perpindahan, dan kemiskinan kronis.

Di Indonesia ancaman tersebut juga diakibatkan oleh krisis kepercayaan rakyat terhadap pemerintah yang tidak mampu mengelola Negara ini dengan baik. Buktinya kasus hukum dan korupsi kronis belum mampu diselesaikan dan justru menguras tenaga dan mengarahkan fokus perhatian masyarakat untuk menyaksikan sinetron persidangan yang tak kunjung ada akhirnya, seperti menonton sinetron dari episode ke episode selanjutnya.

"Kita harus bertindak untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dari situasi keamanan makanan dan untuk menghindari krisis makanan dan kurang gizi dalam skala penuh," kata Direktur Jenderal FAO Josรฉ Graziano da Silva.

Untuk itu solusi secara makro, Indonesia harus segera membuat peta pengelolaan pertanian dan kelautan agar garam, ikan dan beras tak perlu lagi harus inport. Secara mikro perlu peningkatan akses petani, nelayan dan penggembala ke pasar lokal secara mudah dan lancer; mendorong penggunaan produk lokal; mengampanyekan makan umbi-umbian dan agar-agar; dan menerapkan pengurangan risiko dengan menerapkan pertanian  darat dan laut yang baik guna memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi gizi buruk masyarakat Indonesia.

Saya akhiri dengan sebuah puisi
SOE HOK GIE
akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
apakah kau masih selembut dahulu
memintaku minum susu dan tidur yang lelap
sambil membenarkan letak leher kemejaku

kabut tipis pun turun pelan-pelan
di lembah kasih lembah mandalawangi
kau dan aku tegak berdiri melihat hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin
apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika kudekap, kau dekaplah lebih mesralebih dekat

apakau kau masih akan berkata
kudengar dekap jantungmu
kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta

cahaya bulan menusukku dengan ribuan pertanyaan
yang takkan pernah aku tahu dimana jawaban itu
bagai letusan berapi bangunkan dari mimpi
sudah waktunya berdiri mencari jawaban kegelisahan hati 

Wassalam

Link Affiliate :
http://UangDownload.Com/join/2076.html
http://topfacebookbisnis.com/go/2195954.html

http://UangDownload.Com/join/48632.html

https://masterkey.masterweb.net/aff.php?aff=5879


Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online Lowongan kerja buat facebookers Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online

TERKOMENTARI

Cafe Bisnis Online
Amal Shaleh (3) Amanat Undang Undang Dasar (1) Antropologi (1) Arang Tempurung (1) Artis (1) Arumi Bachim (1) Azon Profit MAster (1) BBM (4) Beli Buku (1) Bisnis Potensial (1) Blogger (2) Buku Book (2) Cari Dolar (3) Cari Duit (3) Demonstrasi (8) ebook (2) Fakultas Hukum Unhas (1) Future Technologi (4) Gerakan Indonesia Mengajar (8) Gerakan Mahasiswa (10) Gerakan Pekerja dan Buruh (3) Gizi Buruk (3) Halte Kayu (1) Hamdan Andank (1) Home Shcooling (2) Indonesia Maju (8) Info Lomba (3) Istana Negara (1) Isu Seksi (2) Jalan Baru Islam (4) Jual Buku (1) Jual Buku Digital (1) Kelautan (6) Kesimpulan Buku (1) Kesimpulan dan Saran (5) Kiamat 2012 (2) Kick Andy (1) Kolaborasi (1) Komisi (1) Komoditi (1) Kondisi Masyarakat Pesisir (1) Krisis Pangan (3) Kursus (2) Lamun (1) Lowongan Kerja (1) Masa Depan Dunia (8) Masa Depan Indonesia (18) Masa Depan Kelautan (1) Masyarakat Nelayan (4) McDonald's (1) Membuat Affiliate (1) Mengajar (8) Mobil Esemka (1) Mobil Moko (1) Pariwisata (1) Pasca Sarjana (1) Pendidikan Hukum (2) Penduduk Dunia (2) Penduduk Indonesia (4) Penelitian (2) Penemuan (4) Pengajian Anak (1) Penggulingan Rezim (5) Penggulingan SBY (4) Penhasil Dolar (1) Penjarahan (1) Perairan Indoensia (3) Perikanan (1) Pertanian (1) Pesisir Indonesia (4) Peternakan (1) Rekomendasi (2) Reviw Penelitian (1) Riset dan Survey (4) Sanggar Pendidikan (2) Selebritis (1) Simpulan dan saran (2) Soeharto (1) Software (1) Software Canggih (1) Sosial Politik (1) Statistik (1) Strategi Pembangunan (8) Sulawesi Selatan (2) Teknologi Informatika (8) Teknologi Masa Depan (4) Teknologi Tinggi (7) Tentara dan Polisi (2) Tulisan (3) Universitas Hasanuddin (6) Universitas Se-Indonesia (7) Wakatobi (2)
 

© Copyright LediSYah.com 2010 -2011 | Design by Syahnudin Syahden | Published by Ledisyah Template | Powered by Blogger.com.