Cafe Bisnis Online
News Update :

TERPOPULER

Tampilkan postingan dengan label Gerakan Indonesia Mengajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gerakan Indonesia Mengajar. Tampilkan semua postingan

Catatan : Uang masih utuh di saku jaketku. Oleh : Ahsan Azhar

Senin, 09 April 2012

Aku sedang berdiri di depan mini market, ada ibu pengemis duduk di emperan, dia menatapku, aku tidak kuat menatapnya. Sambil berjalan mondar-mandir, aku memikirkan berapa besar jumlah uang yang akan kuberikan kepadanya. Tangan kananku merogoh saku jaket sebelah kanan, menghitung lembar-lembar uang sisa kembalian makan malam tadi, sementara tangan kiriku menjepit rokok yang masih setengah batang lagi. Sesekali aku meliriknya, dia masih menatapku.

Aku membayangkan dia adalah ibuku, ibuku yang sedang menatap seorang yang tidak kuat untuk menatapnya namun sambil membayangkan dirinya adalah ibunya.
*
Aku berlalu pergi, setelah memberikannya beberapa lembar rasa kasihan.

Uang masih utuh di saku jaketku.

Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online Lowongan kerja buat facebookers Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online

JUAL eBOOK : Cara Gila Jadi Pengusaha, Rp. 35.000,-

Senin, 02 April 2012


Cara Gila Jadi Pengusaha. Awas! Dalam ebook ini ada virus cepat menular penderita bisa mengalami beberapa stadium bertahap mulai dari demam demam parah bahkan kalau sudah akut bisa menjadi = gila =. 


Namun yang membedakan virus ini dgn virus-virus lain adalah yang terjangkit akan menjadi semakin tergila-gila dan akhirnya nyemplung menjadi pengusaha.



Tulisan ini dibuat dalam format PDF dan kami jual seharga Rp 35.000,- Jika anda ingin gratis dan bisa mendapatkan ebook yang lebih banyak anda bisa JOIN disini

Hub kami di 082188058554, FB : Ledisyah Development


PENGANTAR 
Pada akhir 1981, saya merasa tak puas dengan pola kuliah yang membosankan. Saya nekad meninggalkan kehidupan kampus. Saat itu saya berpikir, bahwa gagal meraih gelar sarjana bukan berarti gagal dalam mengejar cita-cita lain. Di tahun 1982, saya kemudian mulai merintis bisnis bimbingan tes Primagama, yang belakangan berubah menjadi Lembaga Bimbingan Belajar Primagama.


Bisnis tersebut saya jalankan dengan jatuh bangun. Dari awalnya yang sangat sepi peminat - hanya 2 orang - sampai akhirnya peminatnya membludak hingga Primagama dapat membuka cabang di ratusan kota, dan menjadi lembaga bimbingan belajar terbesar di Indonesia.



Dalam kehidupan sosial, memang kegagalan itu adalah sebuah kata yang tidak begitu enak untuk didengar. Kegagalan bukan sesuatu yang disukai, dan suatu kejadian yang setiap orang tidak menginginkannya. Kita tidak bisa memungkiri diri kita, yang nyata-nyata masih lebih suka melihat orang yang sukses dari pada melihat orang yang gagal, bahkan tidak menyukai orang yang gagal.

Maka, bila Anda seorang entrepreneur yang menemui kegagalan dalam usaha,
maka jangan berharap orang akan memuji Anda. Jangan berharap pula orang di sekitar anda maupun relasi Anda akan memahami mengapa Anda gagal.

Jangan berharap Anda tidak disalahkan. Jangan berharap juga semua sahabat
masih tetap berada di sekeliling Anda. Jangan berharap Anda akan mendapat dukungan moral dari teman yang lain. Jangan berharap pula ada orang yang akan meminjami uang sebagai bantuan sementara. Jangan berharap bank akan memberikan pinjaman selanjutnya.

Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online Lowongan kerja buat facebookers Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online

BUKU BARU Hamdan Andank : Menemukan Jalan Pulang dalam 9 Pengakuan

Kamis, 22 Maret 2012

Sebuah Ulasan Buku Antalogi Puisi 9 Pengakuan – Seuntai Kidung Mahila
Oleh : Hamdan Andank
Seperti diungkapkan sejumlah komentar dalam antologi ini bahwa puisi-piusi di dalamnya berkisah tentang; umpama, kenangan, penderitaan, kopi, kesetiaan, tuhan, pengkhianatan, luka, penantian, cinta, harapan, dan lain sebagainya. Sebagai pembaca saya juga dapat merasakan hal tersebut, meskipun saya tidak mengerti, secara teoritis dari sudut pandang apa saya merasakannya.
Pemesanan buku antalogi puisi 9 pengakuan 'seuntai kidung Mahila' untuk sementara hanya melalui online...silahkan hub lewat FB atau Hub: 087841894689 
Saya juga tidak berani menempatkan puisi seseorang ke dalam aliran-aliran yang ada dikenal dalam dunia sastra, karena saya yakin bahwa penulis dalam proses penciptaan karyanya, tidak sedang berada dalam satu aliran sastra tertentu. Tidak sedang bermaksud mengatasnamakan aliran sastra tertentu. Pembacalah yang kemudian memenjarakan penulis ke dalam sebuah aliran. Pembaca atau kritikuslah yang menuduh penulis menganut aliran tertentu; strukturalisme, idelisme, realism, ekspresionisme, romantisme, dll.

Bagi saya puisi adalah realitas, yakni realitas batin yang muncul dari kembara imajinasi, kembara intuisi, lalu dinyatakan dalam bentuk tulisan. Kemampuan kembara imajinasi dan intuisi sangat dalam jika tidak ingin disebut tinggi, dan karena kedalamannya itu hingga kata-kata dan bahasa yang kita miliki sulit menjangkaunya. Kata dan bahasa menjadi ruang kecil dan sangat terbatas untuk dapat mengimbangi kedalaman kembara imajinasi dan intuisi.

Kata dan bahasa yang ditulis, dirangkai menjadi bait-bait puisi, lalu dibaca oleh pembaca yang memiliki kemampuan imajinasi dan intuisi sendiri-sendiri dalam menyelami bait-bait puisi tadi. Penyelaman itu melahirkan realitas batin baru yang berbeda dengan realitas batin penulis, melahirkan pengalaman batin baru yang berbeda dengan pengalaman batin penulis.

Jadi puisi sebagaimana karya-karya sastra atau karya seni lainnya, bagaikan ikan, dapat menetaskan ribuan telur realitas batin yang beda satu dengan lainnya, sebanyak jumlah pembacanya. Setiap realitas batin itu akan membentuk ruang kembara imajinatif dan intuitifnya masing-masing pula, kemana saja.

Karenanya dalam aroma kebebasan kembara itu, kelirulah kiranya jika saya sebagai pembaca hendak menuduh sebuah karya cocoknya digolongkan ke dalam sebuah aliran tertentu. Karena jarak antara pengalaman batin penulis dan pengalaman batin pembaca diantarai oleh teks yang memiliki keterbatasan menjangkau pengalaman batin.

Oleh karenanya saya hanya ingin mengemukakan sedikit pengalaman batin yang baru dapat saya selami setelah membaca satu persatu “pengakuan” ini 3-4 kali. Saya menemukan kekuatan yang mengantarkan kita untuk menemukan “Jalan Kembali” atau “Jalan Pulang”.  Ada banyak hal yang dapat menuntun kita untuk menemukan “jalan pulang” itu. “Jalan” dalam tradisi spiritual sesungguhnya berbentuk lingkaran, yang ketika kita memulai perjalanan “pergi” , sesungguhnya secara bersamaan kita sedang memulai perjalanan “kembali”.  Ada beberapa unsure yang mengantar kita secara tegas pada “jalan pulang” itu, misalnya; kampong halaman, kenangan pada masa lalu, ibu, nenek, perjalanan, dll.

Puisi Erni Aladjai dan Sri Rezkhi, terlihat sangat diboboti oleh kekuatan “kampung” halaman. Istilah “kampung” sesungguhnya tidak sekedar wilayah territorial yang selalu identik dengan keterbelakangan di era modern. Tetapi lebih dalam, kampong adalah symbol asal-usul.

Hal ini terlihat ketika Erni banyak menggunakan kata yang terkait dengan suasana laut dan pesisir serta sejumlah istilah yang merepresentasikan kampong halaman penulis.

…ia menjahit jala setekun mungkin, serupa ia bersekutu dengan ikanikan…/kau lihat teluk dengan airnya yang berpelangi…/semula kuduga kau hanyalah dermaga/… aku ikan di kali dan kau mengail berkalikali… [aku masih ikan; erni aladjai]

…sajak perburuan ini menjadi agung bagi orang Lamalera
…Marilah We!/Marilah pastor!/Naikkan doa kami ke atas langit/Semoga seguni abadi. [Baleo : We; erni]

Sasapatola adalah pengantar tidur anakanaknya yang tak pernah merasa kenyang… [puasa ini terlalu panjang; erni]

…tiga pekan sebelum pemakamanmu/… [120 Pi; Erni]

…di kampung ini, tak pernah ada perempuan yang sehebat nenek
sejak kematiannya, di kampung ini, tak ada lagi pantun/… [kenang-kenangan nenek; erni]

punggungmu adalah ladang untuk pulang/di sana musim tak menguning… [sesederhana kita; erni]

…Matangkan usia kami Tuhan!/Kami akan menurut/Tak akan menuntut kota datang di mata/kami punya perahu dan pagi/pantai dan kuntul pulang senja/… [mata ibu; erni]

Masih terkait dengan “kampong” halaman, Sri Rezkhi menggambarkannya dengan hal lain, yakni; kopi dan nenek. Kopi dan nenek mengingatkan pada asalmuasal. Bahkan kopi dapat mengantarnya ke surga, tempat semua orang dambakan ketika “kembali”. Juga beberapa kata yang menggambarkan suasana “perjalanan kembali” misalnya; masa lalu, matiku, matahari remuk, tenggelam, pulang, rindu.

Kopikopi itu berubah/cintaku pada nenek tidak berubah/cintaku pada pohonpohon kopi di halaman rumahnya/dan cintaku pada segelas kopi hitam pekat/begitulah abadi/mengingatkan aku pada asalmuasalku [mosi secangkir kopi; rezkhi]

…pada pintu rumah nenek saat kabut/di tanganku secangkir kopi toraja/di tanganku aku menggenggam surga [sarira; rezkhi]

…bahwa kita kehilangan semua tikungan, jalan aspal hitam, trotoar abuabu yang dulu, debudebu berwarna coklat muda/aku kehilangan/masa lalu [hening; rezkhi]

…aku tidak percaya kau akan membuat matiku tersiksa/aku ingin tersenyum saat matahari remuk/beradu dengan langit dan tenggelam sedikitsedikit [tentang laut; rezkhi]

Pada matamu selalu aku pulang melabuhkan resahku/seluruh penatku/… [satu selip puisi cinta; rezkhi]

…dan tidak ada… sakit parah yang menahun/kecuali rindu kronik [rindu kronik; rezkhi]

Dewi Mudjiwa menggunakan kata seperti; kenangan, menua, menjumpai Tuhan, sepi yang kudus, jiwa.

…lembar kenangan tersapu timbal/daundaun kelapa menua begitu pun cinta/…[janur patah hati; dewi mudjiwa]

Kau tidak pernah rasai –cemas dan bahagia-/hingga peluk yang dieratkannya/membuatmu menjumpai Tuhan [iga; dewi mudjiwa]

…kepada bulir cahaya yang runtun/dan bisu yang sejuk/berlutut menyenandungkan sepi yang kudus/o, jiwa!/ajari aku mencintaimu dengan benar! [sepertiga; dewi mudjiwa]

Tiza Fitrizia lebih menekankan “perjalanan” yang pergi sekaligus kembali itu. Mungkin karena Fitrizia dalam kehidupannya mendalami persoalan-persoalan ‘travel and tourisme’ sebagaimana studi yang ia geluti terakhir.

Kilometer jualah yang menyandungku pada rindu/…aku dijebak kenang setelah spion berhenti pada mataku sendiri/…dalam perjalanan pulang/kita berkejar kabar/… [dalam perjalanan pulang; tiza fitrizia]

Dari senin yang hujan, selimut membawaku padamu. Ke malammalam dimana bibirmu adalah langit, tempat aku menggambar rumah dengan mataku. Kita mencari-cari malaikat yang sama … [senin di desember; tiza fitrizia]

Lingkaran kecil di jari manisnya ada Tuhan/merah/bulat/samar/…
Tuhan, kubawa Engkau kemanamana---/agar sunyi tiada dan aku punya lawan bicara” …[perempuan bercincin Tuhan;  tiza fitrizia]

Perjalanan ini baik/membolehkanku singgah berkalikali hanya untuk menulis namamu dimanamana [pesan kereta; tiza fitrizia]

Berbeda dengan puisi-puisi diatas, Deasy Tirayoh, dengan “balada hati” yang cukup singkat, sangat tepat ditempatkan pada bagian awal atau pembuka dari seluruh puisinya dalam antologi ini. Balada hati semacam sebuah abstraksi yang melingkupi keselurhan puisinya. Sehingga dengan dengan “balada hati”, puisi-puisi Deasy mungkin tepat disebut “balada-romance”, ada kisah yang mengalir dalam batinnya. Namun demikian, puisi Deasy juga masih cukup akrab dengan “jalan” pergi dan pulang/kembali.

Sebab telah kucintai/dirimu/dengan cukup/sebelum/merelakanmu pergi
[balada hati; deasy tirayoh]

Angin masih/belum pulang/…layanglayang putus/…jangan mengutuk/…cinta punya banyak rupa [layang-layang; deasy tirayoh]

Ada cinta yang cukup dan ada kepergian, tapi bagaimana cinta yang cukup, cinta yang tidak sangat itu, dapat melahirkan ketulusan atas kepergian? “kepergian” menyebabkan  “penantian yang meruah” sementara yang dinanti belum pulang-pulang. Tapi itulah salah satu rupa cinta. Cinta banyak rupa, seperti yang dimiliki sang perayu pada “secangkir purnama”.

Kapan pulang?/kita timbun lagi bijibiji/dengan cangkul kaca/…nay, datanglah sekali/kita tidur siang lagi/aku tunggu di teras. [di teras dengan bunga-bunga; deasy tirayoh]

Nilam Indahsari menyatakan perasaan, bahwa perasaan yang indah itu justru ketika hati menjadi tempat bermainnya kesetiaan dan penghianatan.

…saat jari manis kita ikatkan pada musimmusim/aku tahu sesekali hati kita bermain muslihat/tawarkan rasa sungguh mawar, cipta debar/yang begitu melembabkan… [anomaly: nilam indahsari]

…mungkin ratusan narasi kehidupan/berisi tingkah iblis dan malaikat/seperti dalam diri rahwana yang konon membuatnya dicinta oleh shinta/… [sebuah pengakuan; nilam indahsari]

Hal senada oleh Meiranti Kurniasih

Perempuan itu kau!/Aku tak tahu kau menyulam dalam kelam/…
Kita sempat bermain matahari bersama/tapi aku berhianat bermain air… [sajak perempuan; merianti kurniasih]
…hanya saja kita telah terlanjur/lebih dulu bersaudara di sementara/dari sekedar kenal nama/
Pada saban petang/belingbeling yang kau lempar/tepat menancap di hatiku/sekarang kita lebih musuh/dank au tak pernah menyesal/… [remores; merianti kurniasih]

Amanda Rizky Puspita tampak banyak bergelut dengan “waktu”  yang berjalan dengan penataan yang ketat dari kehidupan kota, hidup adalah waktu yang terjadwal;

…karena setiap pertunjukan/punya batas waktu/krik/krik… [pertunjukan; ar puspita]

Di taman itu/suhu beku/duduk kau disebuah bangku/
Cemara tiang, bamboo, kenari, dan rasamala/menabuh jarak antara ributnya asapasap kota/dan lelahmu yang memohon jeda/
Aku benci gaduh itu…/muak aku pada rantai mahal dunia riuh/hidup di malam remang bergudu/mati di siang yang lesu/…

Dalam puisi “percakapan berbayar” , ar puspita bahkan memperlihatkan betapa waktu yang sedikit harus dibayar bila ingin menggunakannya, meskipun hanya sekedar untuk bertanya; ‘bagaimana kabarmu?’. Juga pada “7 pagi” mengejar 60 menit yang  memaku. Bahkan luka-luka harus segera dirapikan. Dalam kehidupan kota, waktu tak pernah berdamai dengan cinta, bahkan cinta harus tunduk pada jadwal-jadwal.

…musim ini akan segera berlalu/kataku, sambil menggenggam tangannya/biarkan aku pergi/dan kau akan menyimpan kristalkristal ini/sebagai tanda bukti…

Pada puisi Nurul Nisa kesan romance juga terasa. Namun demikian membawa kita pada banyak hal terkait dengan “asal-usul” tempat kita pergi dan kembali.

Panggil aku hawa/aku mahluk yang memiliki langit pada rahimku/tak ada yang tahu asalusulku… [panggil aku hawa, di lain waktu; nurul nisa]

Tahukah kau/kadang malam mendekap usang hidup orangorang di balik selimut/dengan kidung kunangkunang/seperti Abraham/menemukan Tuhan di waktu yang gelap/… [malam Abraham; nurul nisa]

Di satu akhir /mereka datang membawa duka/dan tuhan masih dikantonginya/…”telah ditasbihkan atasmu bersama orangorang kafir sebelummu”/mereka kembali menyalib cadas dan kerikil dilehernya/Eli, Eli lama sabakhtani/ Eli, Eli lama sabakhtani/ Eli, Eli lama sabakhtani/Eli…Eli…/… [di satu akhir dan tahun yang berulang; nurul nisa]


Link Affiliate :
http://UangDownload.Com/join/2076.html
http://topfacebookbisnis.com/go/2195954.html

http://UangDownload.Com/join/48632.html

https://masterkey.masterweb.net/aff.php?aff=5879

Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online Lowongan kerja buat facebookers Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online

INFO LOMBA : STATISTICS COMPETITION 2012; Tingkat SMA/SMK/MA/Sederajad Nasional

Selasa, 20 Maret 2012

Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online Lowongan kerja buat facebookers Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online

INFO LOMBA : Line Follower Contest Romborace & IT Competition, Universitas NY




Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online Lowongan kerja buat facebookers Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online

Masalah Penegakan Hukum Di Indonesia

Oleh : 
Muh. Rizki idris, S.H.
Dosen di Fakultas Hukum 

Universitas Saijaan Kotabaru Kalimantan Selatan

Hukum merupakan sebuah item yang vital dalam kehidupan bernegara. Timbulnya permasalahan hukum akan menyebabkan ketidakstabilan diberbagai sektor termasuk politik, keamanan, ekonomi dan sosial, kemudian berimbas pada penurunan kinerja pemerintahan suatu Negara. Hal tersebut sangat wajar mengingat sektor-sektor tersebut memiliki keterikatan satu-sama lain, bahkan masalah-masalah hukum sering kali berawal dari kerusakan di salah satu atau beberapa sektor tersebut.
Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online Lowongan kerja buat facebookers Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online

Gerakan Mari Mengajar di SPASC

Jumat, 10 Februari 2012


Seandainya seluruh anak Indonesia sudah saleh & cerdas, tidak berarti bahwa pendidikan harus ditiadakan, sebab generasi anak terus menerus tumbuh. Hal ini menjadikan pendidikan sebagai sektor yang tidak boleh putus. Sekarang kita melihat dan merasakan pendidikan Indonesia belum menyentuh disemua level masyarakat indonesia, dampak yang dirasakan adalah kurang terangsangnya anak pada pengetahuan, baik pengetahuan yang berhubungan dengan iman maupun ilmu modern.

Anak adalah generasi yang petumbuhannya membutuhkan sentuhan halus agar membuat mental dan karakternya halus, karena kualitas karakter anak yang dibangun sejak mereka masi anak-anak akan memberikan pengaruh positif yang luar biasa ketika nantinya mereka dewasa dan semakin mandiri. Dengan begitu harapan tentang Indonesia yang lebih baik bisa kita titipkan dengan penuh percaya diri kepada mereka yang dulunya adalah anak-anak. Sesuai dengan yang dikemukakan oleh Syahden bahwa anak adalah "buah hati dan benteng bagi kebahagiaan, jadikanlah mereka saleh dan cerdas agar kita semua bangga dengan kelahirannya" kalimat ini menegaskan bahwa terbentuknya karakter dan kualitas anak yang saleh dan cerdas menjadi kebangga semua orang bukan hanya bagi orang tua anak.

Rumusan sederhana dari seorang anak adalah bagaimana menjadikan mereka saleh dan cerdas. Bagi kita semua yang peduli dengan kondisi pendidikan Indonesia dapat menjadikan hal ini sebagai tantangan tersendiri, bagaimana menciptakan suatu gagasan baru dan pengaplikasiannyapun sederhana. Sehingga terbesit dalam diri seorang Syahden untuk membentuk sebuah wadah pendidikan dengan nama SPASC (Sanggar Pendidikan Anak Saleh & Cerdas). Secara sepintas nama ini teringat dengan sebuah program pemerintah gowa yang diberi nama Sanggar Pendidkan Anak Saleh (SPAS), namun dengan dasar pandang keseimbangan dan kesempurnaan muatan ajaran kami menambahkan dengan kata Cerdas.

SPASC dibentuk sebagai program, pada sisi yang lain diarahkan menjadi gerakan sosial yang fokus pada sektor pendidikan dan gerakan ini akan masuk diseluruh lingkungan dan dusun di seluruh Indonesia. Sistem pengajarannya Pembentukan SPASC disetiap lingkungan dan dusun ini tentu membutuhkan keterlibatan pihak intelektual muda/pemuda berkualitas yang berada ditiap lingkungan dan dusunnya. Maka sesungguhnya gerakan ini memiliki sasaran untuk mengarahkan anak-anak agar mengikuti pendidikan SPASC dan mengkonsolidasikan semua intelektual/pemuda berkualitas untuk mengggerakkan Organisasi SPASC di tiap lingkungan dan dusun tempat mereka tinggal dengan menjadi tenaga pengajar di SPASC. 

Keterlibatan para intelektuali dan pemuda dalam gerakan mari mengajar akan mirip dengan gagasan Rektor Universitas Paramadina yaitu Indonesia Mengajar.Melalui SPASC ini mari kita bersama-sama menjadi bagian untuk mempercepat, mempermudah, dan melibatkan semua pihak dalam mewujudkan generasi yang saleh dan cerdas dengan MENGAJAR di Sanggar Pendidikan Anak Saleh & Cerdas (SPASC) melalui gerakan MARI Mengajar. Semoga.
Direktur LePPAS-Indonesia
Syahnudin "Syahden"Link Affiliate :
http://UangDownload.Com/join/2076.htmlhttp://topfacebookbisnis.com/go/2195954.htmlhttp://UangDownload.Com/join/48632.htmlhttps://masterkey.masterweb.net/aff.php?aff=5879
Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online Lowongan kerja buat facebookers Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online

PROFIL Sanggar Pendidikan Anak Saleh & Cerdas [SPASC)

Kamis, 12 Januari 2012

A. LATAR BELAKANG

Pendidikan adalah sektor penting dalam pembangunan yang lebih bermoral dan modern. Sebagaimana tujuan pendidikan adalah untuk memanusiakan manusia secara baik, bertanggung jawab dan bermoral, maka berbagai upaya perlu dilakukan agar bisa mencapai tujuan tersebut.

Setiap orang tua selalu mengharapkan anaknya untuk tumbuh saleh dan cerdas. Harapan tersebt tidaklah bisa hanya dengan mengharapkan pendidikan formal yang ada, perlu pendidikan alternatif dengan proses yang terus menerus untuk menumbuhkan potensi kecerdasan dan kesalehan anak.

Akan tetapi dalam meningkatkan potensi tersebut harus pula dengan metode pendidikan yang sifatnya kreatif, dan fleksibel. Dengan begitu anak dengan mudah menerima dan mencerna materi pelajaran sekaligus anak lebih merasa bebas dan bisa belajar bertanggung jawab.

Dengan dasar di atas maka kam sebagai bagian dari masyarakat biasa membuat Sanggar Pendidikan Anak Saleh & Cerdas yang disingka SPASC. Dengan berbagai macam bentuk pendidikan dan pelatihan yang menarik bagi orang tua dalam menciptakan anaknya menjadi saleh dan cerdas. SPASC adalah gagasan murni dari Syahnudin Syahden melalui LePPAS-Indonesia untuk negeri tercinta.

B. MAKSUD & TUJUAN
Menciptakan generasi penerus bangsa yang saleh dan cerdas
Menggali dan menumbuhkan potensi minat dan bakat anak yang belum dikembangkan.
Merangsang dan menumbuhkan jiwa kepemimpinan anak yang mandiri, kreatif, dan inovatif sejak usia dini.

C. PENELENGGARA Sanggar Pendidikan Anak Saleh & Cerdas (SPASC) ini diselenggarakan oleh Lembaga Pemerhati Pendidikan Anak Bangsa-Indonesia (LePPAS-Indonesia).

D. KERJASAMA
Departemen Pendidikan Nasional - RI
Departemen Agama- RI
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi se- Indonesia
Dinas Pendidikan Pemuda & Olahraga Kabupaten/Kota se-Indonesia
Kantor Urusan Agama se-Indonesia
Yayasan Indonesia Bersih
Yayasan Saldin Kusuma Bangsa
Yayasan Bina Lestari Nusantara
Living Spititual Quotient (LSQ)
Komunitas Samparaja
Komunitas Independent
Ledisyah Development
Mart Consultant
Koperasi Marina
Lingkar Pemuda Mandiri (LPM)


E. PAKET PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
PAKET SALEH
1. Belajar Baca/Tulis Al-Qur'an
2. Belajar Adzan & Sholat
3. Belajar Tadarrus Al-Qur'an
4. Belajar Qasidah
5. Belajar Lagu Islami Modern
6. Belajar Puisi Islami
7. Belajar Drama Islami
PAKET CERDAS
1. Kursus Komputer (Bonus cara mengetik 10 jari)
2. Kursus Internet
3. Kursus Matematika
4. Kursus IPA Fisika
5. Kursus Bhs. Inggris
6. Kursus Bhs. Arab
7. Pelatihan Da'i Cilik
8. Pelatihan Simpoa
PAKET UMUM
1. Bimbingan Belajar
2. Sekolah Musik,
3. Sekolah Sulap

F. TIM PENGAJAR

Tim pengajar di sanggar kami adalah personal yang memiliki kapabilitas & profesionalitas, berasal dari Universitas/Sekolah Tinggi ternama, di antaranya :
1. Universitas Dayanu Iksanuddin
2. Universitas Muhammadiyah
3. Universitas Hasanuddin
4. Universitas Haluoleo
5. Universitas Muslim Indonesia
6. STKIK Dipanegara Makassar
7. STBA-LIA Yogyakarta
8. STMIK Handayani Makassar
9. Universitas Islam Negeri Makassar

G. METODE PEMBELAJARAN

Metode yang kami pakai dalam memberikan pelatihan/kursus disesuaikan dengan tingkat perkembangan umur dan psikologis anak, sehingga materi pembelajaran mudah dicerna dan dipahami. Dalam memberikan pembelajaran kami memberikan modul petunjuk dan buku-buku penunjang pelatihan dan kursus mengacu pada prinsip : Terstruktur, prosedural, kreatif, inovatif, fleksibel, dan profesional.

H. SYARAT MENJADI PESERTA
PAKET SALEH
1. Mengisi formulir Pendaftaran
2. Berbusana Muslim Rapi
3. Mentaati peraturan pembelajaran
4. Mengikuti jadwal pelatihan dengan baik
PAKET CERDAS
1. Mengisi formulir Pendaftaran
2. Membayar biaya pendaftaran dan biaya perbulan
3. Mentaati peraturan pembelajaran
4. Mengikuti jadwal pelatihan dengan baik

I. CATATAN
a. Setelah mengikuti pelatihan/ kursus peserta akan diberikan SERTIFIKAT STANDAR NASIONAL yang ditanda tangani oleh pengelola lembaga dan Dinas Terkait.
b. Kami akan selalu memberikan konsultasi bagi peserta yang telah mengikuti pelatihan/kursus pada paket cerdas, dikantor atau dirumah masing-masing.
c. Peserta yang telah mengikuti kursus akan menjadi bagian dari keluarga besar kami, sehingga secara langsung atau tidak langsung kami bertanggung jawab untuk memonitoring dan mengevaluasi perkembangan anak atas izin orang tua.
d. Keuntungan yang kami peroleh dari paket cerdas sebagian kami sumbangkan untuk kegiatan sosial, misalnya : pembangunan mesjid, beasiswa dan bantuan sosial lainnya.
e. Kami berharap kehadiran SPASC dapat diterima seluruh masyarakat demi perubahan yang lebih baik.

J. PENGEMBANGAN SPASC

Bagi Bapak(i), Saudara(i) yang ingin bekerjasama untuk membuka Sanggar Pendidikan Anak Saleh & Cerdas (SPASC) di rumahnya mewakili lingkungan, kami dengan senang hari melayani, dengan beberapa persyaratan, di antaranya :
1. Memiliki tempat untuk melaksanakan kegiatan SPASC minimal kegiatan yang ada pada Paket Saleh
2. Melengkapi berkas administrasi yang telah kami sediakan sebagai bentuk profesionalitas dalam bekerja.
3. Mengusulkan nama-nama yang akan menjadi pengelola SPASC, minimal 3 (tiga) orang terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Bendahara.
4. Merekrut Tim Pengajar SPASC yang tinggal di lingkungan tempat SPASC dibentuk.



INFO LEBIH LENGKAP Silakan :

HUBUNGI KAMI : 082188058554 (Direktur LePPAS-Indonesia) Syanudin Hasra, S.Kel
".... Setiap gerak adalah tari

Setiap suara adalah nada

Setiap orang adalah guru

Setiap tempat adalah sekolah...."

Link Affiliate :
http://UangDownload.Com/join/2076.html
http://topfacebookbisnis.com/go/2195954.html

http://UangDownload.Com/join/48632.html

https://masterkey.masterweb.net/aff.php?aff=5879
Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online Lowongan kerja buat facebookers Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online

TERKOMENTARI

Cafe Bisnis Online
Amal Shaleh (3) Amanat Undang Undang Dasar (1) Antropologi (1) Arang Tempurung (1) Artis (1) Arumi Bachim (1) Azon Profit MAster (1) BBM (4) Beli Buku (1) Bisnis Potensial (1) Blogger (2) Buku Book (2) Cari Dolar (3) Cari Duit (3) Demonstrasi (8) ebook (2) Fakultas Hukum Unhas (1) Future Technologi (4) Gerakan Indonesia Mengajar (8) Gerakan Mahasiswa (10) Gerakan Pekerja dan Buruh (3) Gizi Buruk (3) Halte Kayu (1) Hamdan Andank (1) Home Shcooling (2) Indonesia Maju (8) Info Lomba (3) Istana Negara (1) Isu Seksi (2) Jalan Baru Islam (4) Jual Buku (1) Jual Buku Digital (1) Kelautan (6) Kesimpulan Buku (1) Kesimpulan dan Saran (5) Kiamat 2012 (2) Kick Andy (1) Kolaborasi (1) Komisi (1) Komoditi (1) Kondisi Masyarakat Pesisir (1) Krisis Pangan (3) Kursus (2) Lamun (1) Lowongan Kerja (1) Masa Depan Dunia (8) Masa Depan Indonesia (18) Masa Depan Kelautan (1) Masyarakat Nelayan (4) McDonald's (1) Membuat Affiliate (1) Mengajar (8) Mobil Esemka (1) Mobil Moko (1) Pariwisata (1) Pasca Sarjana (1) Pendidikan Hukum (2) Penduduk Dunia (2) Penduduk Indonesia (4) Penelitian (2) Penemuan (4) Pengajian Anak (1) Penggulingan Rezim (5) Penggulingan SBY (4) Penhasil Dolar (1) Penjarahan (1) Perairan Indoensia (3) Perikanan (1) Pertanian (1) Pesisir Indonesia (4) Peternakan (1) Rekomendasi (2) Reviw Penelitian (1) Riset dan Survey (4) Sanggar Pendidikan (2) Selebritis (1) Simpulan dan saran (2) Soeharto (1) Software (1) Software Canggih (1) Sosial Politik (1) Statistik (1) Strategi Pembangunan (8) Sulawesi Selatan (2) Teknologi Informatika (8) Teknologi Masa Depan (4) Teknologi Tinggi (7) Tentara dan Polisi (2) Tulisan (3) Universitas Hasanuddin (6) Universitas Se-Indonesia (7) Wakatobi (2)
 

© Copyright LediSYah.com 2010 -2011 | Design by Syahnudin Syahden | Published by Ledisyah Template | Powered by Blogger.com.