Cafe Bisnis Online
News Update :

TERPOPULER

KESIMPULAN & SARAN PENELITIAN : Studi Ekologi Hutan Mangrove di Kec. Pasarwajo, Kabupaten Buton, Propinsi Sulawesi Tenggara.

Jumat, 23 Maret 2012

Peneliti : 
Syahnudin "Syahden", S.Kel
L111 01 004


A.   KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa :
  1. Sebaran dan struktur vegetasi mangrove yang didapatkan terdiri dari 4 famili dan 8 spesies, yaitu : Famili Rhizophoraceae, Avicenniaceae, Sonneratiaceae dan Palmae. Spesies yang didapatkan, yaitu : Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, Brugueira gymnorrhiza, Ceriops tagal, Avicennia alba, Avicennia marina, Sonneratia alba, dan Nypa fruticans.
  2. Rhizophora stylosa merupakan jenis yang memiliki populasi terbesar baik untuk kategori pohon, anakan dan semai.
  3. Rhizophora mucronata merupakan jenis yang memiliki nilai kemunculan terbesar baik untuk kategori pohon, anakan dan semai.
  4. Avicennia alba merupakan jenis yang memiliki nilai penutupan terbesar untuk kategori pohon, Rhizophora mucronata untuk kategori anakan dan semai.
  5. Rhizophora mucronata  memiliki tingkat adaptasi dan kompetisi yang besar untuk tumbuh dan berkembang dalam kondisi ekologis hutan mangrove di Kecamatan Pasarwajo.
  6. Kondisi oseanografi memiliki hubungan kesesuaian yang baik untuk pertumbuhan mangrove, sehingga menjadikan jenis R. mucronata, R. stylosa, A. alba dan A. marina sebagai jenis yang paling dominan.
B.   SARAN
Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan di lapangan, maka disarankan kepada pihak terkait bahwa :
  1. Mengingat pentingnya hutan mangrove, maka sebaiknya semua pihak berperan untuk menjaga ekosistem mangrove di Kecamatan Pasarwajo agar terhindar dari aktivitas pengrusakan.
  2. Mengupayakan penanaman mangrove ke arah laut di sepanjang Desa Awainulu dan ke arah darat untuk Desa Takimpo, sementara daerah yang sudah memiliki vegetasi mangrove, dipertahankan dan dilindungi agar terjaga kelestariannya.
  3. Perlu ada penelitian lanjutan yang melihat kondisi ekologi hutan mangrove hubungannya dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat, oseanografi kimia, dan kelayakan daerah ekosistem mangrove sebagai daerah ekowisata.
  4. Perlu ada model pengelolaan, manajemen dan monitoring-evaluasi hutan mangrove yang ada di Kecamatan Pasarwajo secara bersama, terpadu dan berkelanjutan sebelum kerusakan dilakukan bersama, terpadu dan berkelanjutan.

LINK AFFILIATE




Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online Lowongan kerja buat facebookers Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online

INFO LOMBA 2012 : Lomba Karya Tulis Ilmiah Argoindustri, Se-INDONESIA



Untuk informasi lebih jelalsnya silakan Link : http://www.info-lomba.com/ 


Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online Lowongan kerja buat facebookers Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online

BUKU BARU Hamdan Andank : Menemukan Jalan Pulang dalam 9 Pengakuan

Kamis, 22 Maret 2012

Sebuah Ulasan Buku Antalogi Puisi 9 Pengakuan – Seuntai Kidung Mahila
Oleh : Hamdan Andank
Seperti diungkapkan sejumlah komentar dalam antologi ini bahwa puisi-piusi di dalamnya berkisah tentang; umpama, kenangan, penderitaan, kopi, kesetiaan, tuhan, pengkhianatan, luka, penantian, cinta, harapan, dan lain sebagainya. Sebagai pembaca saya juga dapat merasakan hal tersebut, meskipun saya tidak mengerti, secara teoritis dari sudut pandang apa saya merasakannya.
Pemesanan buku antalogi puisi 9 pengakuan 'seuntai kidung Mahila' untuk sementara hanya melalui online...silahkan hub lewat FB atau Hub: 087841894689 
Saya juga tidak berani menempatkan puisi seseorang ke dalam aliran-aliran yang ada dikenal dalam dunia sastra, karena saya yakin bahwa penulis dalam proses penciptaan karyanya, tidak sedang berada dalam satu aliran sastra tertentu. Tidak sedang bermaksud mengatasnamakan aliran sastra tertentu. Pembacalah yang kemudian memenjarakan penulis ke dalam sebuah aliran. Pembaca atau kritikuslah yang menuduh penulis menganut aliran tertentu; strukturalisme, idelisme, realism, ekspresionisme, romantisme, dll.

Bagi saya puisi adalah realitas, yakni realitas batin yang muncul dari kembara imajinasi, kembara intuisi, lalu dinyatakan dalam bentuk tulisan. Kemampuan kembara imajinasi dan intuisi sangat dalam jika tidak ingin disebut tinggi, dan karena kedalamannya itu hingga kata-kata dan bahasa yang kita miliki sulit menjangkaunya. Kata dan bahasa menjadi ruang kecil dan sangat terbatas untuk dapat mengimbangi kedalaman kembara imajinasi dan intuisi.

Kata dan bahasa yang ditulis, dirangkai menjadi bait-bait puisi, lalu dibaca oleh pembaca yang memiliki kemampuan imajinasi dan intuisi sendiri-sendiri dalam menyelami bait-bait puisi tadi. Penyelaman itu melahirkan realitas batin baru yang berbeda dengan realitas batin penulis, melahirkan pengalaman batin baru yang berbeda dengan pengalaman batin penulis.

Jadi puisi sebagaimana karya-karya sastra atau karya seni lainnya, bagaikan ikan, dapat menetaskan ribuan telur realitas batin yang beda satu dengan lainnya, sebanyak jumlah pembacanya. Setiap realitas batin itu akan membentuk ruang kembara imajinatif dan intuitifnya masing-masing pula, kemana saja.

Karenanya dalam aroma kebebasan kembara itu, kelirulah kiranya jika saya sebagai pembaca hendak menuduh sebuah karya cocoknya digolongkan ke dalam sebuah aliran tertentu. Karena jarak antara pengalaman batin penulis dan pengalaman batin pembaca diantarai oleh teks yang memiliki keterbatasan menjangkau pengalaman batin.

Oleh karenanya saya hanya ingin mengemukakan sedikit pengalaman batin yang baru dapat saya selami setelah membaca satu persatu “pengakuan” ini 3-4 kali. Saya menemukan kekuatan yang mengantarkan kita untuk menemukan “Jalan Kembali” atau “Jalan Pulang”.  Ada banyak hal yang dapat menuntun kita untuk menemukan “jalan pulang” itu. “Jalan” dalam tradisi spiritual sesungguhnya berbentuk lingkaran, yang ketika kita memulai perjalanan “pergi” , sesungguhnya secara bersamaan kita sedang memulai perjalanan “kembali”.  Ada beberapa unsure yang mengantar kita secara tegas pada “jalan pulang” itu, misalnya; kampong halaman, kenangan pada masa lalu, ibu, nenek, perjalanan, dll.

Puisi Erni Aladjai dan Sri Rezkhi, terlihat sangat diboboti oleh kekuatan “kampung” halaman. Istilah “kampung” sesungguhnya tidak sekedar wilayah territorial yang selalu identik dengan keterbelakangan di era modern. Tetapi lebih dalam, kampong adalah symbol asal-usul.

Hal ini terlihat ketika Erni banyak menggunakan kata yang terkait dengan suasana laut dan pesisir serta sejumlah istilah yang merepresentasikan kampong halaman penulis.

…ia menjahit jala setekun mungkin, serupa ia bersekutu dengan ikanikan…/kau lihat teluk dengan airnya yang berpelangi…/semula kuduga kau hanyalah dermaga/… aku ikan di kali dan kau mengail berkalikali… [aku masih ikan; erni aladjai]

…sajak perburuan ini menjadi agung bagi orang Lamalera
…Marilah We!/Marilah pastor!/Naikkan doa kami ke atas langit/Semoga seguni abadi. [Baleo : We; erni]

Sasapatola adalah pengantar tidur anakanaknya yang tak pernah merasa kenyang… [puasa ini terlalu panjang; erni]

…tiga pekan sebelum pemakamanmu/… [120 Pi; Erni]

…di kampung ini, tak pernah ada perempuan yang sehebat nenek
sejak kematiannya, di kampung ini, tak ada lagi pantun/… [kenang-kenangan nenek; erni]

punggungmu adalah ladang untuk pulang/di sana musim tak menguning… [sesederhana kita; erni]

…Matangkan usia kami Tuhan!/Kami akan menurut/Tak akan menuntut kota datang di mata/kami punya perahu dan pagi/pantai dan kuntul pulang senja/… [mata ibu; erni]

Masih terkait dengan “kampong” halaman, Sri Rezkhi menggambarkannya dengan hal lain, yakni; kopi dan nenek. Kopi dan nenek mengingatkan pada asalmuasal. Bahkan kopi dapat mengantarnya ke surga, tempat semua orang dambakan ketika “kembali”. Juga beberapa kata yang menggambarkan suasana “perjalanan kembali” misalnya; masa lalu, matiku, matahari remuk, tenggelam, pulang, rindu.

Kopikopi itu berubah/cintaku pada nenek tidak berubah/cintaku pada pohonpohon kopi di halaman rumahnya/dan cintaku pada segelas kopi hitam pekat/begitulah abadi/mengingatkan aku pada asalmuasalku [mosi secangkir kopi; rezkhi]

…pada pintu rumah nenek saat kabut/di tanganku secangkir kopi toraja/di tanganku aku menggenggam surga [sarira; rezkhi]

…bahwa kita kehilangan semua tikungan, jalan aspal hitam, trotoar abuabu yang dulu, debudebu berwarna coklat muda/aku kehilangan/masa lalu [hening; rezkhi]

…aku tidak percaya kau akan membuat matiku tersiksa/aku ingin tersenyum saat matahari remuk/beradu dengan langit dan tenggelam sedikitsedikit [tentang laut; rezkhi]

Pada matamu selalu aku pulang melabuhkan resahku/seluruh penatku/… [satu selip puisi cinta; rezkhi]

…dan tidak ada… sakit parah yang menahun/kecuali rindu kronik [rindu kronik; rezkhi]

Dewi Mudjiwa menggunakan kata seperti; kenangan, menua, menjumpai Tuhan, sepi yang kudus, jiwa.

…lembar kenangan tersapu timbal/daundaun kelapa menua begitu pun cinta/…[janur patah hati; dewi mudjiwa]

Kau tidak pernah rasai –cemas dan bahagia-/hingga peluk yang dieratkannya/membuatmu menjumpai Tuhan [iga; dewi mudjiwa]

…kepada bulir cahaya yang runtun/dan bisu yang sejuk/berlutut menyenandungkan sepi yang kudus/o, jiwa!/ajari aku mencintaimu dengan benar! [sepertiga; dewi mudjiwa]

Tiza Fitrizia lebih menekankan “perjalanan” yang pergi sekaligus kembali itu. Mungkin karena Fitrizia dalam kehidupannya mendalami persoalan-persoalan ‘travel and tourisme’ sebagaimana studi yang ia geluti terakhir.

Kilometer jualah yang menyandungku pada rindu/…aku dijebak kenang setelah spion berhenti pada mataku sendiri/…dalam perjalanan pulang/kita berkejar kabar/… [dalam perjalanan pulang; tiza fitrizia]

Dari senin yang hujan, selimut membawaku padamu. Ke malammalam dimana bibirmu adalah langit, tempat aku menggambar rumah dengan mataku. Kita mencari-cari malaikat yang sama … [senin di desember; tiza fitrizia]

Lingkaran kecil di jari manisnya ada Tuhan/merah/bulat/samar/…
Tuhan, kubawa Engkau kemanamana---/agar sunyi tiada dan aku punya lawan bicara” …[perempuan bercincin Tuhan;  tiza fitrizia]

Perjalanan ini baik/membolehkanku singgah berkalikali hanya untuk menulis namamu dimanamana [pesan kereta; tiza fitrizia]

Berbeda dengan puisi-puisi diatas, Deasy Tirayoh, dengan “balada hati” yang cukup singkat, sangat tepat ditempatkan pada bagian awal atau pembuka dari seluruh puisinya dalam antologi ini. Balada hati semacam sebuah abstraksi yang melingkupi keselurhan puisinya. Sehingga dengan dengan “balada hati”, puisi-puisi Deasy mungkin tepat disebut “balada-romance”, ada kisah yang mengalir dalam batinnya. Namun demikian, puisi Deasy juga masih cukup akrab dengan “jalan” pergi dan pulang/kembali.

Sebab telah kucintai/dirimu/dengan cukup/sebelum/merelakanmu pergi
[balada hati; deasy tirayoh]

Angin masih/belum pulang/…layanglayang putus/…jangan mengutuk/…cinta punya banyak rupa [layang-layang; deasy tirayoh]

Ada cinta yang cukup dan ada kepergian, tapi bagaimana cinta yang cukup, cinta yang tidak sangat itu, dapat melahirkan ketulusan atas kepergian? “kepergian” menyebabkan  “penantian yang meruah” sementara yang dinanti belum pulang-pulang. Tapi itulah salah satu rupa cinta. Cinta banyak rupa, seperti yang dimiliki sang perayu pada “secangkir purnama”.

Kapan pulang?/kita timbun lagi bijibiji/dengan cangkul kaca/…nay, datanglah sekali/kita tidur siang lagi/aku tunggu di teras. [di teras dengan bunga-bunga; deasy tirayoh]

Nilam Indahsari menyatakan perasaan, bahwa perasaan yang indah itu justru ketika hati menjadi tempat bermainnya kesetiaan dan penghianatan.

…saat jari manis kita ikatkan pada musimmusim/aku tahu sesekali hati kita bermain muslihat/tawarkan rasa sungguh mawar, cipta debar/yang begitu melembabkan… [anomaly: nilam indahsari]

…mungkin ratusan narasi kehidupan/berisi tingkah iblis dan malaikat/seperti dalam diri rahwana yang konon membuatnya dicinta oleh shinta/… [sebuah pengakuan; nilam indahsari]

Hal senada oleh Meiranti Kurniasih

Perempuan itu kau!/Aku tak tahu kau menyulam dalam kelam/…
Kita sempat bermain matahari bersama/tapi aku berhianat bermain air… [sajak perempuan; merianti kurniasih]
…hanya saja kita telah terlanjur/lebih dulu bersaudara di sementara/dari sekedar kenal nama/
Pada saban petang/belingbeling yang kau lempar/tepat menancap di hatiku/sekarang kita lebih musuh/dank au tak pernah menyesal/… [remores; merianti kurniasih]

Amanda Rizky Puspita tampak banyak bergelut dengan “waktu”  yang berjalan dengan penataan yang ketat dari kehidupan kota, hidup adalah waktu yang terjadwal;

…karena setiap pertunjukan/punya batas waktu/krik/krik… [pertunjukan; ar puspita]

Di taman itu/suhu beku/duduk kau disebuah bangku/
Cemara tiang, bamboo, kenari, dan rasamala/menabuh jarak antara ributnya asapasap kota/dan lelahmu yang memohon jeda/
Aku benci gaduh itu…/muak aku pada rantai mahal dunia riuh/hidup di malam remang bergudu/mati di siang yang lesu/…

Dalam puisi “percakapan berbayar” , ar puspita bahkan memperlihatkan betapa waktu yang sedikit harus dibayar bila ingin menggunakannya, meskipun hanya sekedar untuk bertanya; ‘bagaimana kabarmu?’. Juga pada “7 pagi” mengejar 60 menit yang  memaku. Bahkan luka-luka harus segera dirapikan. Dalam kehidupan kota, waktu tak pernah berdamai dengan cinta, bahkan cinta harus tunduk pada jadwal-jadwal.

…musim ini akan segera berlalu/kataku, sambil menggenggam tangannya/biarkan aku pergi/dan kau akan menyimpan kristalkristal ini/sebagai tanda bukti…

Pada puisi Nurul Nisa kesan romance juga terasa. Namun demikian membawa kita pada banyak hal terkait dengan “asal-usul” tempat kita pergi dan kembali.

Panggil aku hawa/aku mahluk yang memiliki langit pada rahimku/tak ada yang tahu asalusulku… [panggil aku hawa, di lain waktu; nurul nisa]

Tahukah kau/kadang malam mendekap usang hidup orangorang di balik selimut/dengan kidung kunangkunang/seperti Abraham/menemukan Tuhan di waktu yang gelap/… [malam Abraham; nurul nisa]

Di satu akhir /mereka datang membawa duka/dan tuhan masih dikantonginya/…”telah ditasbihkan atasmu bersama orangorang kafir sebelummu”/mereka kembali menyalib cadas dan kerikil dilehernya/Eli, Eli lama sabakhtani/ Eli, Eli lama sabakhtani/ Eli, Eli lama sabakhtani/Eli…Eli…/… [di satu akhir dan tahun yang berulang; nurul nisa]


Link Affiliate :
http://UangDownload.Com/join/2076.html
http://topfacebookbisnis.com/go/2195954.html

http://UangDownload.Com/join/48632.html

https://masterkey.masterweb.net/aff.php?aff=5879

Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online Lowongan kerja buat facebookers Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online

INFO LOKER : PT Rea Kaltim Plantations, Sampai Tanggal 15 April 2012.

Lowongan Kerja Perusahaan Kelapa Sawit, PT Rea Kaltim Plantations Kalimantan Timur | Maret 2012

Closing date : 15 April 2012 – PT Rea Kaltim Plantations merupakan sebuah Perusahaan Perkebunan PMA yang sedang mengembangkan perkebunan kelapa sawit dalam skala besar di Kalimantan Timur.

Pada saat ini PT Rea Kaltim Plantations membutuhkan tenaga kerja yang berdedikasi tinggi, berpengalaman serta berpendidikan, guna mengisi jabatan sebagai berikut :

1. DOKTER PERUSAHAAN (Penempatan : Estate)

Persyaratan :

Pria,
Usia maksimal 35 tahun,
Pendidikan profesi dokter,
IPK min 2.75,
Diutamakan memiliki sertifikat Hiperkes dan K3,
Bersedia ditempatkan di wilayah perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Timur

2. STAF LAPANGAN

Setelah lulus menjalani pendidikan CADET/Trainee dengan persyaratan sebagai berikut :

Pendidikan D3/S1 Pertanian/Perkebunan/Kehutanan
IPK minimum 2.75
Pria/Wanita usia maks 30 tahun
Status lajang dan tidak menikah semala masa pendidikan
Berbadan sehat, disiplin dan mau bekerja keras
Bersedia ditempatkan di lokasi Perusahaan dan menjalani ikatan dinas

3. STAF REKRUTMEN (Penempatan : Estate)

Persyaratan :

Pria
Usia 25 Tahun ? 35 Tahun,
Pendidikan Min. S1 Psikologi
IPK Min. 2,75
Berpengalaman bekerja Min. 2 Tahun
Mahir menggunakan Ms. Office (Word, Excel, Power Point)
Memiliki Motivasi Tinggi dalam Bekerja
Mampu Bekerja dalam Tekanan
Bersedia ditempatkan di wilayah perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Timur
Bersedia melakukan perjalanan dinas dengan frekuensi rutin.

LAMARAN DILENGKAPI :

Curriculum vitae, pas foto terbaru, fotocopy ijazah, transkip nilai, KTP, sertifikat lain, dikirimkan melalui alamat e-mail: menuk@rea.co.id.
Dengan subject : Posisi Jabatan – Nama Lengkap : Contoh : Staf Lapangan – Thomas

Paling lambat sebelum tanggal 15 April 2012.

Lowongan Kerja Perusahaan Kelapa Sawit, PT Rea Kaltim Plantations Kalimantan Timur | Maret 2012


Link Affiliate :
http://UangDownload.Com/join/2076.html
http://topfacebookbisnis.com/go/2195954.html

http://UangDownload.Com/join/48632.html

https://masterkey.masterweb.net/aff.php?aff=5879

Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online Lowongan kerja buat facebookers Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online

INFO SELEBRITIS : Arumi Bachsin Bercumbu Ria dengan Masyarakat Wakatobi, yg lain ngiler !!!

Gambar ini di ambil saat arumi dan teman artis prianya berkunjung ke Wakatobi beberapa waktu yang lalu. Keceriaan arumi tergambar saat berpose dengan masyarakat wakatobi sambil menikmati pemandangan pesisir pantai dan bentangan laut wakatobi, di temani dengan segarnya kelapa muda.

Arumi Bachsin lahir di Jakarta, 19 Februari 1994 adalah artis pendatang baru Indonesia yang cukup cepat melambung namanya. Putri pasangan Rudy Bachsin dan Maria Lilian Pesch ini tertarik pada dunia entertainment sejak keikutsertaannya pada dunia modelling sejak usia 12 tahun.

Arumi terlihat begitu ceria saat mandi bersama anak-anak di Wakatobi
Artis pecinta olahraga renang ini juga termasuk artis yang punya prestasi bagus di sekolahnya. Ketika duduk di bangku SMP, ia masuk kelas akselerasi di SMP Tirta Buaran. Tetapi menginjak bangku SMA, artis penyuka makanan udang ini memilih homeschooling (sekolah rumah) untuk mengantisipasi jadwal syuting yang padat. 

Masyarakat Wakatobi menerima kedatangan Arumi dengan Senyum dan Tawa


Arumi menikmat segarnya air kelapa muda, pemberia masyarakat Wakatobi hingga membuat Artis Pria di sebelahnya ngiler.


Arumi berpose dengan salah satu penduduk wakatobi sekaligus sebagai salah satu aktivis lingkungan yang  bergerak dsalam bidang perlindungan dan pelestarian lingkungan di Wakatobi.
Bermain sampan denga anak-anak wakatobi, pria artis itu terlihat kekar, ada yang tahu siapa namanya ?
Arumi memulai karirnya di dunia entertainment dengan menjadi bintang iklan Kartu AS dari Telkomsel. Selanjutnya, jalan menuju bintang sinetron bagi artis yang pernah menjadi model produk kecantikan rambut Elith dan Miraton ini semakin terbuka lebar. Arumi yang bercita-cita menjadi psikolog ini mulai bermain dalam sinetron KAWIN MUDA, BUKAN CINDERELLA, AZIZAH dan CHELSEA. Artis indo keturunan Palembang-Belanda ini mencoba peruntungan di dunia film, dengan bermain di film BESTFRIEND pada tahun 2008.


Arumi semakin membuktikan kiprahnya di dunia entertainment. Ia melebarkan sayap di dunia presenter. Debutnya sebagai presenter saat membawakan acara musik HIP HIP HURA. Tak hanya presenter, Arumi kian mantap berkarir di dunia akting. Ia dipercaya jadi pemeran utama di film PUTIH ABU-ABU DAN SEPATU, yang merupakan debut perdananya di layar lebar. Tahun 2010, diawali Arumi yang laris sebagai bintang video klip ini dengan film keduanya. Ia berkesempatan bermain di film 18+ yang ditayangkan pada 26 Januari 2010.

Sumber :


Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online Lowongan kerja buat facebookers Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online

SBY dan Kegalauan Sistemik

Rabu, 21 Maret 2012

Fesbuker Indoensia
Ribuan Buruh Se-Jabodetabek dan Fesbuker Indonesia Long March Ke Istana- Sepertinya aksi menolak kenaikkan BBM tak kunjung selesai. Jika (20/03), kemarin Mahasiswa yang berdemo kini Komunitas masyarakat yang bergabung di Fesbuker Indonesia dan Buruh Se-Jabodetabek memenuhi ruas jalan MH. Thamrin. Panjangnya kemacetan pagi (21/03) kurang lebih 2 Km.

Polisi yang mengatur jalannya lalu lintas pun harus sabar mengawal Long march pengunjuk rasa setelah berorasi dari bundaran Hotel Indonesia menuju Istana Merdeka. "Kami akan berjalan menuju Istana, menolak kenaikan harga BBM kepada Presiden," ucap salah satu Koordinator Aksi, Mulyanto di depan Bundaran HI. Sekitar jam 10:40 Wib, Ribuan buruh mulai bergerak menuju Istana Negara melalui Jalan MH Thamrin dan menutupi seluruh jalan dan jalur busway, Akibatnya kendaraan yang melintas lumpuh total.

Aksi ini tergolong romantis karena pilihannya adalah menaikkan harga BBM atau SBY turun dari kursi kekuasaannya. Lain halnya dengan aksi yang dilakaukan oleh beberapa mahasiswa universitas Hasanuddin; membakar mobil berplat hitam sampai hangus terbakar.

Setelah berita ini di muat dalam grup Republik Facebook (RF), telah banyak anggotanya yang memberikan komentar positif terhadap aksi yang dilakukan oleh Fesbuker Indonesia. Komentar tersebut diantaranya :
  • Tyas Tinak Tinuk : tolakkkkkkkkkkkkkk
  • Ichwan Aja Dech : Mantap tu, klo BBM naik yg hrs turun ya Sby - budiono lah
  • Hafiz Alfaqir : Lanjutkan Penolakan Kenaikan BBM, Kenaikan BBM=Membunuh Rakyat Indonesia Secara Perlahan
  • Bistok Carlos : Mantaf, 27 Lanjut,..!! Kita Lihat ; Rakyat Adalah Manusia,Cuma'Manusia yg Paham Maunya Manusia.Selamat buat FI GBU.
  • Bistok Carlos : Meski tampaknya Isu BBM hanya utk dpt Pencitra'an Baru,maklum Alasannya nggak ada yg Pass.tp Biarlah sebagai Aksi & Reaksi
Menjamurnya aksi demonstrasi diseluruh pelosok negeri membuat SBY terliaht lemah letih dan lesu, nampak sama seperti masyarakat yang galau dengan kebijakan yang akan beliau keluarkan. Namun, tidak diketahui persis apakah  kegalauan SBY tersebut hanyalah sandiwara belaka atau justru sebuah sikap yang ditunjukan untuk meratapi kegalauan sistemik yang selalu menjadi alasan pemerintah mengapa harus menaikkan harga BBM. 

Tak ada yang tahu persis namun yang pasti bahwa masyarakat menolak kenaikann harga BBM dan konsekuensi dari pilihan pemerintah tersebut pun harus secara legowo diterima pemerintah dibawah pimpinan SBY sebagai batu sandungan untuk tidak membuat SBY bertahan sampai selesainya periode kepemimpinan beliau.

Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online Lowongan kerja buat facebookers Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online

Kolaborasi Sistem Mungkinkah di Wakatobi?

Oleh : Saharuddin Usmi
Komunitas Komunto Wakatobi

Perlunya Kolaborasi
Wakatobi adalah salah satu daerah yang memiliki 3 sistem berlaku terhadap pengelolaan sumber daya alam yakni; sistem Adat, sistem Pemerintah Daerah dan sistem Pemerintah Pusat melalui Taman Nasional. Seharusnya ketika memiliki tiga sistem ini maka peluang keberlanjutan sumber daya alam dan usaha masyarakat dalam pengelolaan sumber dayanya makin baik dari hari ke hari. Bagaimana dengan realitas yang di dapat?

Kini, dalam kawasan yang hanya memiliki 3% wilayah darat ini oleh negara melalui Departemen kehutanan telah mencaplok beberapa hutan Adat menjadi kawasan hutan lindung: Peraturan menteri Kehutanan RI nomor P.50/Menhut.II/2009 Tentang Penegasan Status dan Fungsi Kawasan Hutan, tanpa keterlibatan masyarakat adat dalam perencanaan dan penetapan kawan hutan tersebut dengan dasar PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : P.18/Menhut-II/2011 TENTANG PEDOMAN PINJAM PAKAI KAWASAN HUTAN

Bagaimana dengan Wakatobi?

Sejak tahun 2008 Upaya penegasan kepada pemerintah daerah dan taman nasional bahwa dalam kawasan ini juga ada sistem adat yang diberlakukan secara terus-menerus oleh masyarakat adat Liya. Dengan perihal tersebut diperlukan upaya penegasan apakah peran adat masih ada atau tidak ? 

Dari pengamatan sehari-hari tentang pemberlakuan sistem adat oleh masyarakat Liya, terdapat beberapa hal yang menyangkut urusan adat ini, pertama bagaimana peran adat menyelesaikan issue-issue masalah pengelolaan sumber daya alam, Kedua; Memberikan pengetahuan tentang sejarah kepemilikkan wilayah, Ketiga; Penelusuran jejak-jejak batas-batas wilayah oleh adat di masa lampau, dan Keempat; sumber daya apa saja yang dimiliki oleh adat guna menjalankan perannya secara baik?

Berdasarkan hasil penelusuran berdasarkan peta kehutanan telah  diperoleh informasi bahwa dalam wilayah adat masyarakat Liya telah dicaplok oleh negara sebagai kawasan hutan lindung termasuk Pulau Oroho. Informasi tersebut membuat masyarakat gelisah dipenuhi rasa kwatir jika itu diberlakukan, Sebab Oroho adalah wilayah yang diperuntukan oleh masyarakatnya sebagai lokasi lumbung makanan; lokasi perkebunan ubi kayu sebagian masyarakat Liya.

Bagaimana posisi Adat terkait issue Pengelolaan Sumber daya?

Meminjam kata-kata bijak dari orang-orang pandai “Indonesia ini ada karena Budaya tanpa, Budaya Indonesia ini tidak ada” bagaimana Indonesia hari ini ?
Adat atau budaya telah ada sebelum NKRI di proklamerkan pada tahun 1945. Artinya bahwa siapapun harus menghormati sistem adat yang telah berlangsung sejak turun temurun pada pada ruang hidup masyarakat termasuk sistem pengelolaan sumber daya alamnya. Sikap penghormatan atas budaya ini akan mengharmonisasikan hidup lebih baik sebab adab, norma, nilai adalah junjungan hidup sehari-hari.

Harmoniasasi hidup berbangsa dan bernegara akan berjalan manis jika sistem Adat diakui sebagai salah satu sistem yang patut dihormati. Oleh sebab itu dalam pandangan saya sebagai orang udik yang hanya memiliki kemampuan menelah; Daerah Wakatobi bisa langgeng jika 3 sistem ( sistem adat, sistem Pemerintah Otonom, dan Pemerintah Pusat melalui TNWnya) di kawasan ini mesti diberlakukan dengan memegang nilai dan prinsip saling menghormati di antara ketiganya. Hal ini dikarenakan sikap masyarakat hanya mengerti bahwa adatlah yang dipakai untuk menyelesaikan konflik pengelolaan sumber daya dan persoalan sosial lainnya.

Contohya ketika kata zonasi atau pelindungan dihembuskan, dalam kepala masyarakat itu adalah pembunuhan atau  tamate’ tapi jika dikatakan bahwa hal tersebut sama dengan Wehai di Liya "Karama" Sakito, dan Homali di Tomia, Motika dan Kaindea di Wangi-Wangi pada Umumnya serta Padangkuku, hal ini tidak membuat masyarakat kaget sebab pemahaman dalam bahasa adat tersebut telah ada didalam jiwa mereka.

Apakah “Kolaborasi Sistem” menurut pendangan Penulis?

Kolaborai sistem adalah bukan kerjasaman antara adat, pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam pengelolaan sumber daya alam tapi saling menghormati sistem yang telah ada dengan mengajak adat, pemerintah, dan pusat untuk duduk bersama-sama membicarakan apa yang hendak dibangun atau di adakan pada wilayah-wilayah (hak ulayat) adat.

Tidak main-main, mekanisme mencaplok sembarangan wilayah masyarakat bisa menimbulkan konflik horisontal-vertikal. Sedangkan secara geografis, wilayah daratah cukup kecil diikuti dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat  dari waktu ke waktu sebesar  0,2% per tahun,  maka memibicarakan tata kelola wilayah Kab. Wakatobi menjadi hal yang perlu ditangani serius secara adil dan bijak.

Dalam pandangan ini pula penulis ingin menegaskan point penting bahwa ” sebaiknya mari kita gunakan yang telah dimiliki adat, dan yang belum dilakukan oleh Adat silahkan pemerintah adakan dengan tetap mengajak adat sebagai salah satu bagian inti yang tidak bisa dikesampingkan. Harapan kita semua tentu wakatobi bisa menjadi wilayah kabupaten yang mampu menyelesaikan masalahnya sendiri di mana semua pihak terlibat dalam pengejawantahannya. Semoga... Amin !!!

Catatan dari kami :
Saharuddin Usmi  adalah salah satu Crew Studio Rakom Talombo FM 106,5 Mhz. Radio Komunitas ini dibentuk untuk menjadi wadah yang memberikan ruang kepada 20 kelompok nelayan khususnya dan kepada masyarakat secara umum memiliki kepentingan dalam pengelolaan sumber daya laut di Pulau Tomia. Ruang ini memberikan kesempatan dan kedudukan yang sama kepada anggota untuk mengajukan ide dan gagasan dalam kerangka penyelesaian issue-issue yang dihadapi. Email dan Nomor kontak penulis (ardhalepa@yahoo.com) hp: 085696236610


Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online Lowongan kerja buat facebookers Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online

TERKOMENTARI

Cafe Bisnis Online
Amal Shaleh (3) Amanat Undang Undang Dasar (1) Antropologi (1) Arang Tempurung (1) Artis (1) Arumi Bachim (1) Azon Profit MAster (1) BBM (4) Beli Buku (1) Bisnis Potensial (1) Blogger (2) Buku Book (2) Cari Dolar (3) Cari Duit (3) Demonstrasi (8) ebook (2) Fakultas Hukum Unhas (1) Future Technologi (4) Gerakan Indonesia Mengajar (8) Gerakan Mahasiswa (10) Gerakan Pekerja dan Buruh (3) Gizi Buruk (3) Halte Kayu (1) Hamdan Andank (1) Home Shcooling (2) Indonesia Maju (8) Info Lomba (3) Istana Negara (1) Isu Seksi (2) Jalan Baru Islam (4) Jual Buku (1) Jual Buku Digital (1) Kelautan (6) Kesimpulan Buku (1) Kesimpulan dan Saran (5) Kiamat 2012 (2) Kick Andy (1) Kolaborasi (1) Komisi (1) Komoditi (1) Kondisi Masyarakat Pesisir (1) Krisis Pangan (3) Kursus (2) Lamun (1) Lowongan Kerja (1) Masa Depan Dunia (8) Masa Depan Indonesia (18) Masa Depan Kelautan (1) Masyarakat Nelayan (4) McDonald's (1) Membuat Affiliate (1) Mengajar (8) Mobil Esemka (1) Mobil Moko (1) Pariwisata (1) Pasca Sarjana (1) Pendidikan Hukum (2) Penduduk Dunia (2) Penduduk Indonesia (4) Penelitian (2) Penemuan (4) Pengajian Anak (1) Penggulingan Rezim (5) Penggulingan SBY (4) Penhasil Dolar (1) Penjarahan (1) Perairan Indoensia (3) Perikanan (1) Pertanian (1) Pesisir Indonesia (4) Peternakan (1) Rekomendasi (2) Reviw Penelitian (1) Riset dan Survey (4) Sanggar Pendidikan (2) Selebritis (1) Simpulan dan saran (2) Soeharto (1) Software (1) Software Canggih (1) Sosial Politik (1) Statistik (1) Strategi Pembangunan (8) Sulawesi Selatan (2) Teknologi Informatika (8) Teknologi Masa Depan (4) Teknologi Tinggi (7) Tentara dan Polisi (2) Tulisan (3) Universitas Hasanuddin (6) Universitas Se-Indonesia (7) Wakatobi (2)
 

© Copyright LediSYah.com 2010 -2011 | Design by Syahnudin Syahden | Published by Ledisyah Template | Powered by Blogger.com.