Cafe Bisnis Online
News Update :

TERPOPULER

Tampilkan postingan dengan label Indonesia Maju. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia Maju. Tampilkan semua postingan

Selamat datang Kiamat BBM; pintu jalan menuju kehancuran sistemik ......

Minggu, 25 Maret 2012

Kenaikan harga BBM akan ditetapkan tanggal 1 April mendatang, dan di situlah pintu jalan menuju kehancuran masyarakat Indoensia. Nasip tragis  bakal dialami oleh banyak warga negara Indoensia. Nasip tragis itu tergambar dengan semakin sulitnya rakyat memenuhi kebutuhan isi dapurnya, kekacauan sosial akan merajalela.

Selamat datang kiamat 2012; inilah petanda besar dari kiamat besar yang dirasakan warga negara Indonesia.
Semakin dekatnya hari pengumuman kenaikan ini memicu reaksi banyak pihak untuk melakukan konsolidasi demonstrasi untuk menentang kebijakan pemerintah yang tidak populis ini. Diperkirakan demonstrasi kali ini akan memberikan efek pengaruh yang besar terutama dalam hal kerusakan, baik bentrokan antara pengunjuk rasa dengan polisi sampai kerusakan infrastruktur publik  yang mengamankan setiap aksi para demonstran. 

Pemerintahpun idak main-main begitu besarnya kekhawatiran pemerintah hingga harus membuat perangkat TNI turun lapangan untuk membantu melakukan siaga pengunjuk rasa. Entah ini sebagai gertakan atau justru ketakutan pemerintah lah yang membuat TNI harus siaga 1, karena biasanya TNI akan terlibat jikalau kondisi sudah sangat memberikan ancaman yang besar terhadap negara terutama kepada presidennya.

Dibalik keburukan kepemimpinan ancaman demontrasi ini sudah tentu akan dijadikan sebagai tameng untuk meminimalisir berhembusnya isu penggulingan tahta kepresidenan. Meski diakui juga bahwa dominan peserta aksi berharap agar momentum bisa membawa 2 hasil besar pertama: Batalnya kenaikan harga BBM dan kedua; mengarahkan isu dan gerakan massa untuk menjatuhkan rezin yg sekarang tengah berkuasa.

Tak ada yang bisa tahu kapan kiamat akan datang tapi pengetahuan tidak bisa begitu saja dikesampingkan, paling minimal melahirkan prediksi. Maka jika prediksi  kita ambil dari dasar kalender maya yang yang merentang selama 5.125 tahun, menyatakan kehidupan akan berakhir pada 21 atau 23 Desember 2012 maka jika dibaca dengan prediksi ada sinyal bahwa akan ada kejadian besar di tahun 2012 ini. 

Di Indonesia masalah datang silih berganti meski yang kita harapkan pemerintah membatalkan kebijakan kenaikan harga BBM tapi yang terjadi justru di tanggal 1 april 2012 justru pemerintah memastikan kebijakannya dibulan april tersebut, dan akhirnya tak ada jalan lain; masyarakatpun bangkit dan meneriakkan “SBY mundur” atau dijatuhkan dari tahtanya sebagai presiden RI.

Jika pernyataan ini mengarah pada kecenderungan yang pasti bahwa kiamat akan terjadi ditahun 2012 maka kejatuhan SBY penanda atas takdir yang diinginkan oleh Tuhan Manusia dan Alam semesta. Jika tidak maka SBY berhasil membuat pintu jalan menuju Kiamat besar bagi rakyat Indonesia dan seluruh dunia; inilah pintu jalan menuju kehancuran. Bersiap-siaplah sebab bukan hanya POLISI dan TENTARA yang menjadi ancaman tapi amal apa yang telah kita persiapkan menghadap sang pencipta  [SS]

LINK AFFILIATE



Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online Lowongan kerja buat facebookers Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online

BUKU BARU Hamdan Andank : Menemukan Jalan Pulang dalam 9 Pengakuan

Kamis, 22 Maret 2012

Sebuah Ulasan Buku Antalogi Puisi 9 Pengakuan – Seuntai Kidung Mahila
Oleh : Hamdan Andank
Seperti diungkapkan sejumlah komentar dalam antologi ini bahwa puisi-piusi di dalamnya berkisah tentang; umpama, kenangan, penderitaan, kopi, kesetiaan, tuhan, pengkhianatan, luka, penantian, cinta, harapan, dan lain sebagainya. Sebagai pembaca saya juga dapat merasakan hal tersebut, meskipun saya tidak mengerti, secara teoritis dari sudut pandang apa saya merasakannya.
Pemesanan buku antalogi puisi 9 pengakuan 'seuntai kidung Mahila' untuk sementara hanya melalui online...silahkan hub lewat FB atau Hub: 087841894689 
Saya juga tidak berani menempatkan puisi seseorang ke dalam aliran-aliran yang ada dikenal dalam dunia sastra, karena saya yakin bahwa penulis dalam proses penciptaan karyanya, tidak sedang berada dalam satu aliran sastra tertentu. Tidak sedang bermaksud mengatasnamakan aliran sastra tertentu. Pembacalah yang kemudian memenjarakan penulis ke dalam sebuah aliran. Pembaca atau kritikuslah yang menuduh penulis menganut aliran tertentu; strukturalisme, idelisme, realism, ekspresionisme, romantisme, dll.

Bagi saya puisi adalah realitas, yakni realitas batin yang muncul dari kembara imajinasi, kembara intuisi, lalu dinyatakan dalam bentuk tulisan. Kemampuan kembara imajinasi dan intuisi sangat dalam jika tidak ingin disebut tinggi, dan karena kedalamannya itu hingga kata-kata dan bahasa yang kita miliki sulit menjangkaunya. Kata dan bahasa menjadi ruang kecil dan sangat terbatas untuk dapat mengimbangi kedalaman kembara imajinasi dan intuisi.

Kata dan bahasa yang ditulis, dirangkai menjadi bait-bait puisi, lalu dibaca oleh pembaca yang memiliki kemampuan imajinasi dan intuisi sendiri-sendiri dalam menyelami bait-bait puisi tadi. Penyelaman itu melahirkan realitas batin baru yang berbeda dengan realitas batin penulis, melahirkan pengalaman batin baru yang berbeda dengan pengalaman batin penulis.

Jadi puisi sebagaimana karya-karya sastra atau karya seni lainnya, bagaikan ikan, dapat menetaskan ribuan telur realitas batin yang beda satu dengan lainnya, sebanyak jumlah pembacanya. Setiap realitas batin itu akan membentuk ruang kembara imajinatif dan intuitifnya masing-masing pula, kemana saja.

Karenanya dalam aroma kebebasan kembara itu, kelirulah kiranya jika saya sebagai pembaca hendak menuduh sebuah karya cocoknya digolongkan ke dalam sebuah aliran tertentu. Karena jarak antara pengalaman batin penulis dan pengalaman batin pembaca diantarai oleh teks yang memiliki keterbatasan menjangkau pengalaman batin.

Oleh karenanya saya hanya ingin mengemukakan sedikit pengalaman batin yang baru dapat saya selami setelah membaca satu persatu “pengakuan” ini 3-4 kali. Saya menemukan kekuatan yang mengantarkan kita untuk menemukan “Jalan Kembali” atau “Jalan Pulang”.  Ada banyak hal yang dapat menuntun kita untuk menemukan “jalan pulang” itu. “Jalan” dalam tradisi spiritual sesungguhnya berbentuk lingkaran, yang ketika kita memulai perjalanan “pergi” , sesungguhnya secara bersamaan kita sedang memulai perjalanan “kembali”.  Ada beberapa unsure yang mengantar kita secara tegas pada “jalan pulang” itu, misalnya; kampong halaman, kenangan pada masa lalu, ibu, nenek, perjalanan, dll.

Puisi Erni Aladjai dan Sri Rezkhi, terlihat sangat diboboti oleh kekuatan “kampung” halaman. Istilah “kampung” sesungguhnya tidak sekedar wilayah territorial yang selalu identik dengan keterbelakangan di era modern. Tetapi lebih dalam, kampong adalah symbol asal-usul.

Hal ini terlihat ketika Erni banyak menggunakan kata yang terkait dengan suasana laut dan pesisir serta sejumlah istilah yang merepresentasikan kampong halaman penulis.

…ia menjahit jala setekun mungkin, serupa ia bersekutu dengan ikanikan…/kau lihat teluk dengan airnya yang berpelangi…/semula kuduga kau hanyalah dermaga/… aku ikan di kali dan kau mengail berkalikali… [aku masih ikan; erni aladjai]

…sajak perburuan ini menjadi agung bagi orang Lamalera …
…Marilah We!/Marilah pastor!/Naikkan doa kami ke atas langit/Semoga seguni abadi. [Baleo : We; erni]

…Sasapatola adalah pengantar tidur anakanaknya yang tak pernah merasa kenyang… [puasa ini terlalu panjang; erni]

…tiga pekan sebelum pemakamanmu/… [120 Pi; Erni]

…di kampung ini, tak pernah ada perempuan yang sehebat nenek
sejak kematiannya, di kampung ini, tak ada lagi pantun/… [kenang-kenangan nenek; erni]

punggungmu adalah ladang untuk pulang/di sana musim tak menguning… [sesederhana kita; erni]

…Matangkan usia kami Tuhan!/Kami akan menurut/Tak akan menuntut kota datang di mata/kami punya perahu dan pagi/pantai dan kuntul pulang senja/… [mata ibu; erni]

Masih terkait dengan “kampong” halaman, Sri Rezkhi menggambarkannya dengan hal lain, yakni; kopi dan nenek. Kopi dan nenek mengingatkan pada asalmuasal. Bahkan kopi dapat mengantarnya ke surga, tempat semua orang dambakan ketika “kembali”. Juga beberapa kata yang menggambarkan suasana “perjalanan kembali” misalnya; masa lalu, matiku, matahari remuk, tenggelam, pulang, rindu.

Kopikopi itu berubah/cintaku pada nenek tidak berubah/cintaku pada pohonpohon kopi di halaman rumahnya/dan cintaku pada segelas kopi hitam pekat/begitulah abadi/mengingatkan aku pada asalmuasalku [mosi secangkir kopi; rezkhi]

…pada pintu rumah nenek saat kabut/di tanganku secangkir kopi toraja/di tanganku aku menggenggam surga [sarira; rezkhi]

…bahwa kita kehilangan semua tikungan, jalan aspal hitam, trotoar abuabu yang dulu, debudebu berwarna coklat muda/aku kehilangan/masa lalu [hening; rezkhi]

…aku tidak percaya kau akan membuat matiku tersiksa/aku ingin tersenyum saat matahari remuk/beradu dengan langit dan tenggelam sedikitsedikit [tentang laut; rezkhi]

Pada matamu selalu aku pulang melabuhkan resahku/seluruh penatku/… [satu selip puisi cinta; rezkhi]

…dan tidak ada… sakit parah yang menahun/kecuali rindu kronik [rindu kronik; rezkhi]

Dewi Mudjiwa menggunakan kata seperti; kenangan, menua, menjumpai Tuhan, sepi yang kudus, jiwa.

…lembar kenangan tersapu timbal/daundaun kelapa menua begitu pun cinta/…[janur patah hati; dewi mudjiwa]

Kau tidak pernah rasai –cemas dan bahagia-/hingga peluk yang dieratkannya/membuatmu menjumpai Tuhan [iga; dewi mudjiwa]

…kepada bulir cahaya yang runtun/dan bisu yang sejuk/berlutut menyenandungkan sepi yang kudus/o, jiwa!/ajari aku mencintaimu dengan benar! [sepertiga; dewi mudjiwa]

Tiza Fitrizia lebih menekankan “perjalanan” yang pergi sekaligus kembali itu. Mungkin karena Fitrizia dalam kehidupannya mendalami persoalan-persoalan ‘travel and tourisme’ sebagaimana studi yang ia geluti terakhir.

Kilometer jualah yang menyandungku pada rindu/…aku dijebak kenang setelah spion berhenti pada mataku sendiri/…dalam perjalanan pulang/kita berkejar kabar/… [dalam perjalanan pulang; tiza fitrizia]

Dari senin yang hujan, selimut membawaku padamu. Ke malammalam dimana bibirmu adalah langit, tempat aku menggambar rumah dengan mataku. Kita mencari-cari malaikat yang sama … [senin di desember; tiza fitrizia]

Lingkaran kecil di jari manisnya ada Tuhan/merah/bulat/samar/…
“Tuhan, kubawa Engkau kemanamana---/agar sunyi tiada dan aku punya lawan bicara” …[perempuan bercincin Tuhan;  tiza fitrizia]

Perjalanan ini baik/membolehkanku singgah berkalikali hanya untuk menulis namamu dimanamana [pesan kereta; tiza fitrizia]

Berbeda dengan puisi-puisi diatas, Deasy Tirayoh, dengan “balada hati” yang cukup singkat, sangat tepat ditempatkan pada bagian awal atau pembuka dari seluruh puisinya dalam antologi ini. Balada hati semacam sebuah abstraksi yang melingkupi keselurhan puisinya. Sehingga dengan dengan “balada hati”, puisi-puisi Deasy mungkin tepat disebut “balada-romance”, ada kisah yang mengalir dalam batinnya. Namun demikian, puisi Deasy juga masih cukup akrab dengan “jalan” pergi dan pulang/kembali.

Sebab telah kucintai/dirimu/dengan cukup/sebelum/merelakanmu pergi
[balada hati; deasy tirayoh]

Angin masih/belum pulang/…layanglayang putus/…jangan mengutuk/…cinta punya banyak rupa [layang-layang; deasy tirayoh]

Ada cinta yang cukup dan ada kepergian, tapi bagaimana cinta yang cukup, cinta yang tidak sangat itu, dapat melahirkan ketulusan atas kepergian? “kepergian” menyebabkan  “penantian yang meruah” sementara yang dinanti belum pulang-pulang. Tapi itulah salah satu rupa cinta. Cinta banyak rupa, seperti yang dimiliki sang perayu pada “secangkir purnama”.

Kapan pulang?/kita timbun lagi bijibiji/dengan cangkul kaca/…nay, datanglah sekali/kita tidur siang lagi/aku tunggu di teras. [di teras dengan bunga-bunga; deasy tirayoh]

Nilam Indahsari menyatakan perasaan, bahwa perasaan yang indah itu justru ketika hati menjadi tempat bermainnya kesetiaan dan penghianatan.

…saat jari manis kita ikatkan pada musimmusim/aku tahu sesekali hati kita bermain muslihat/tawarkan rasa sungguh mawar, cipta debar/yang begitu melembabkan… [anomaly: nilam indahsari]

…mungkin ratusan narasi kehidupan/berisi tingkah iblis dan malaikat/seperti dalam diri rahwana yang konon membuatnya dicinta oleh shinta/… [sebuah pengakuan; nilam indahsari]

Hal senada oleh Meiranti Kurniasih

Perempuan itu kau!/Aku tak tahu kau menyulam dalam kelam/…
Kita sempat bermain matahari bersama/tapi aku berhianat bermain air… [sajak perempuan; merianti kurniasih]
…hanya saja kita telah terlanjur/lebih dulu bersaudara di sementara/dari sekedar kenal nama/
Pada saban petang/belingbeling yang kau lempar/tepat menancap di hatiku/sekarang kita lebih musuh/dank au tak pernah menyesal/… [remores; merianti kurniasih]

Amanda Rizky Puspita tampak banyak bergelut dengan “waktu”  yang berjalan dengan penataan yang ketat dari kehidupan kota, hidup adalah waktu yang terjadwal;

…karena setiap pertunjukan/punya batas waktu/krik/krik… [pertunjukan; ar puspita]

Di taman itu/suhu beku/duduk kau disebuah bangku/
Cemara tiang, bamboo, kenari, dan rasamala/menabuh jarak antara ributnya asapasap kota/dan lelahmu yang memohon jeda/
Aku benci gaduh itu…/muak aku pada rantai mahal dunia riuh/hidup di malam remang bergudu/mati di siang yang lesu/…

Dalam puisi “percakapan berbayar” , ar puspita bahkan memperlihatkan betapa waktu yang sedikit harus dibayar bila ingin menggunakannya, meskipun hanya sekedar untuk bertanya; ‘bagaimana kabarmu?’. Juga pada “7 pagi” mengejar 60 menit yang  memaku. Bahkan luka-luka harus segera dirapikan. Dalam kehidupan kota, waktu tak pernah berdamai dengan cinta, bahkan cinta harus tunduk pada jadwal-jadwal.

…musim ini akan segera berlalu/kataku, sambil menggenggam tangannya/biarkan aku pergi/dan kau akan menyimpan kristalkristal ini/sebagai tanda bukti…

Pada puisi Nurul Nisa kesan romance juga terasa. Namun demikian membawa kita pada banyak hal terkait dengan “asal-usul” tempat kita pergi dan kembali.

Panggil aku hawa/aku mahluk yang memiliki langit pada rahimku/tak ada yang tahu asalusulku… [panggil aku hawa, di lain waktu; nurul nisa]

Tahukah kau/kadang malam mendekap usang hidup orangorang di balik selimut/dengan kidung kunangkunang/seperti Abraham/menemukan Tuhan di waktu yang gelap/… [malam Abraham; nurul nisa]

Di satu akhir /mereka datang membawa duka/dan tuhan masih dikantonginya/…”telah ditasbihkan atasmu bersama orangorang kafir sebelummu”/mereka kembali menyalib cadas dan kerikil dilehernya/Eli, Eli lama sabakhtani/ Eli, Eli lama sabakhtani/ Eli, Eli lama sabakhtani/Eli…Eli…/… [di satu akhir dan tahun yang berulang; nurul nisa]


Link Affiliate :
http://UangDownload.Com/join/2076.html
http://topfacebookbisnis.com/go/2195954.html

http://UangDownload.Com/join/48632.html

https://masterkey.masterweb.net/aff.php?aff=5879

Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online Lowongan kerja buat facebookers Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online

INFO LOKER : PT Rea Kaltim Plantations, Sampai Tanggal 15 April 2012.

Lowongan Kerja Perusahaan Kelapa Sawit, PT Rea Kaltim Plantations Kalimantan Timur | Maret 2012

Closing date : 15 April 2012 – PT Rea Kaltim Plantations merupakan sebuah Perusahaan Perkebunan PMA yang sedang mengembangkan perkebunan kelapa sawit dalam skala besar di Kalimantan Timur.

Pada saat ini PT Rea Kaltim Plantations membutuhkan tenaga kerja yang berdedikasi tinggi, berpengalaman serta berpendidikan, guna mengisi jabatan sebagai berikut :

1. DOKTER PERUSAHAAN (Penempatan : Estate)

Persyaratan :

Pria,
Usia maksimal 35 tahun,
Pendidikan profesi dokter,
IPK min 2.75,
Diutamakan memiliki sertifikat Hiperkes dan K3,
Bersedia ditempatkan di wilayah perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Timur

2. STAF LAPANGAN

Setelah lulus menjalani pendidikan CADET/Trainee dengan persyaratan sebagai berikut :

Pendidikan D3/S1 Pertanian/Perkebunan/Kehutanan
IPK minimum 2.75
Pria/Wanita usia maks 30 tahun
Status lajang dan tidak menikah semala masa pendidikan
Berbadan sehat, disiplin dan mau bekerja keras
Bersedia ditempatkan di lokasi Perusahaan dan menjalani ikatan dinas

3. STAF REKRUTMEN (Penempatan : Estate)

Persyaratan :

Pria
Usia 25 Tahun ? 35 Tahun,
Pendidikan Min. S1 Psikologi
IPK Min. 2,75
Berpengalaman bekerja Min. 2 Tahun
Mahir menggunakan Ms. Office (Word, Excel, Power Point)
Memiliki Motivasi Tinggi dalam Bekerja
Mampu Bekerja dalam Tekanan
Bersedia ditempatkan di wilayah perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Timur
Bersedia melakukan perjalanan dinas dengan frekuensi rutin.

LAMARAN DILENGKAPI :

Curriculum vitae, pas foto terbaru, fotocopy ijazah, transkip nilai, KTP, sertifikat lain, dikirimkan melalui alamat e-mail: menuk@rea.co.id.
Dengan subject : Posisi Jabatan – Nama Lengkap : Contoh : Staf Lapangan – Thomas

Paling lambat sebelum tanggal 15 April 2012.

Lowongan Kerja Perusahaan Kelapa Sawit, PT Rea Kaltim Plantations Kalimantan Timur | Maret 2012


Link Affiliate :
http://UangDownload.Com/join/2076.html
http://topfacebookbisnis.com/go/2195954.html

http://UangDownload.Com/join/48632.html

https://masterkey.masterweb.net/aff.php?aff=5879

Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online Lowongan kerja buat facebookers Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online

Penggulingan SBY; turun dengan hormat tanpa sejarah terhormat

Minggu, 18 Maret 2012

Ketidak percayaanlah yang menjadi masalah berat bagi pemerintah SBY hari ini, banyaknya penyakit Negara yang tidak bisa disembuhkan SBY dan kroninya, menjadi penyebab utama ketidakpercayaan ini. Mulai dari Penyelamatan TKI di luar negeri yang tidak maksimal, konflik horizontal antar masyarat yang memakan korban, konflik vertikal masyarakat dan kepolisian yang juga memakan korban sampai pembungkaman para aktivis dan media. 
SBY harus turun atau diturunkan konsekuensinya sama; tanpa sejarah terhormat.
Kenaikan harga BBM adalah masalah terakhir setelah kasus besar tak mampu diselesaikan oleh SBY dan jajarannya, meski dipicu oleh oleh konflik Amerika-Israel terhadap Iran tentu masalah tak bisa hanya selesai sampai disitu, bagaimana dengan nasib rakyat Indonesia..?

Begitu rakyat Indonesia tetap menuntut pemerintah mencari jalan keluar dari Konflik tersebut jangan sampai berefek negative terhadap Indonesia. Kalaupun hal tersebut sangat sulit untuk dicarikan formulasi agar BBM tidak naik maka secara politik daya dukung internal dari warga Negara Indonesia harus kuat dan solid. Sementara yang terjadi pemerintah tidak mendapatkan dukungan maksimal dari rakyat Indonesia dalam pengurusan rumah tangga negara.

Namun apa yang bisa membuat masyarakat kuat dan solid di tengah begitu banyaknya masalah hukum dan kasus korupsi akut yang tidak bisa diselesaikan dengan cepat dan tuntas, lebih parahnya lagi masalah hukum dan kasus korupsi banyak dialami oleh kader-kader dari partai yang membawa SBY menjadi presiden dalam 2 periode. Mengapa bisa terjadi….!!! Segalanya karena hasrat kekuasaan.

Maka apa yang harus dilakukan oleh pemerintah dengan krisis kepercayaan yang dialaminya? SBY harus dijatuhkan secara hormat meski tak harus memiliki sejarah terhormat, sebab SBY tidak mungkin akan turun atas kemauan sendiri. Mesti ada momentum yang bisa membuat beliau turun tahta, SBY harus menyadari bahwa bukan rakyat yang memaksa beliau untuk turun tapi situasi kondisilah yang mengarahkan SBY diganti dengan orang baru yang memiliki semangat baru.

Walaupun tidak ada jaminan bahwa yang baru akan lebih baik tapi paling tidak rasa percaya terhadap pemimpin itu benar-benar diberikan kepada pemimpin baru dari rakyat yang terancam, karena pemimpiun tanpa kepercayaan dari masyarakat sama saja dengan menjadi pemimpin di Negara tanpa Menara. Jika di pastikan SBY tidak turun maka harus diturunkan!!!, karena inilah rasionalisasi akhir dari kondisi yang dihadapi oleh bangsa Indoensia. [SS]


LINK AFFILIATE


Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online Lowongan kerja buat facebookers Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online

SYMPHONI RINDU SANG PELAUT; Sipakainga, Sipakalebbi na to Sipatokkong.

Sabtu, 17 Maret 2012



Rudy Syam
Pesta Panen Rakyat adalah suatu pesta yang diidamkan oleh seluruh rakyat termasuk Nelayan (Sang Pelaut), pesta panen adalah pesta pengungkapan rasa syukur dari rakyat kepada Tuhan karena telah diberi keberhasilan usaha setelah panen.

"Dalam pesta panen Nelayan mengundang keluarga, kerabat, pemimpin masyarakat pelaut, pedagang dan ponggawa serta bangsawan dimana pesta memberikan ruang-ruang tudang sipulung dalam menjalin silaturahim antara semua komponen masyarakat dengan niat mempererat tali persaudaraan tanpa kepentingan sesaat" 

Mereka melebur dalam satu baik orang tua, anak-anak, laki-laki ataupun perempuan dalam satu ikatan kelaurga dan kerabat yang merasakan betapa indahnya arti hidup persudaraan. Tapi cerita ini adalah kisah kejayaan dari nenek moyang kita yang dikenal sebagai Sang Pelaut (Sweet Memories).

Pesta Demokrasi Rakyat adalah pesta rakyat zaman modern yang sangat jauh dari Pesta Rakyat zaman nenek moyang, pestanya anak zaman modern, orang-orang mapan ataupun kaum elit yang mengatasnamakan rakyat. Pesta Demokrasi ini memang sangat jauh dari pesta panen yang mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan yang didapat sedangkan pesta zaman modern ini adalah pesta yang menentukan pemimpin, apakah akan membawa aspirasi dan kepentingan rakyat ? atau apakah aspirasi kaum mapan, elit ataupun berjuis? Selain itu Pesta Demokrasi ini adalah langkah awal dari suatu  perjuangan yang panjang, berbeda dengan pesta panen rakyat yang merupakan pesta dari hasil perjuangan yang panjang.

Warisan yang kehilangan ahli warisnya atau ahli waris yang kehilangan warisannya....?
Adalah sangat lucu ketika kita mewariskan sebuah oleh-oleh indah kepada anak cucu kita sebuah kotak yang sangat besar atau sebuah kolam yang sangat besar tetapi isinya segenggam pasir sekepal tangan ataupun seteguk air. 

Segenggam itu bak pasir yang semakin erat untuk dikepal semakin habis ataupun seteguk air asin yang ketika diminum maka semakin terasa kehausan. Maka dapat dibayangkan bagaimana jadinya anak cucu yang akan saling menjatuhkan, menyakiti, bahkan saling membunuh kasarnya menghalalkan segala cara untuk memiliki sesuatu. Sejarah akan berulang lagi seperti kejadian awal peradaban manusia antara persaingan Habil dan Qabil....

Padahal warisan yang diberikan oleh nenek moyang kita sangat banyak mulai dari kekayaan fisik dengan bentangan geografis yang siap untuk diolah ataupun warisan nilai sosial dengan  jiwa ramah tamah dan gotong royong, budaya yang beragam dengan seni yang mengagumkan. 

Pertanyaan muncul kemudian ’kemanakah warisan Kerajaan Majapahit ataupun Kerajanan Luwu ? kemanakah Warisan Patih Gajah Mada ataupun Jiwa dan Semangat Andi Djemma? jawabannya mungkin subjektif bagi saya yaitu dimakan oleh raksasa ketamakan dan keserakahan oleh anak zaman yang mengatas namakan kemoderenan dan didukung oleh orang-orang luar yang memfasilitasi ketamakan dan keserakahannya. 

Pendeknya mereka (nelayan) seolah-olah telah kehilangan hak untuk memanfaatkan (territorial use rights) dan hak secara turun temurun yang dimiliki (Indigenous use rights). Mereka telah dibuai dan dimanjakan dengan kesenangan semu tanpa tersadar mereka telah dirampok didepan mata sendiri.

Simphoni Kemiskinan Nelayan
Sangat menggelitik bagi saya, ketika saya membaca sebuah buku dengan tema ”Simponi Kemiskinan Nelayan” yang mengatakan  suatu simphoni masyarakat nelayan adalah simphoni yang terus bersenandung dihampir seluruh kawasan pesisir Indonesia meskipun pembangunan negara ini sudah berlangsung kurang lebih 67 tahun semakin keras dan bergema. 

Sangat menyedihkan kondisi saat ini yang notabenenya adalah zamannya anak modern, zamannya kemapanan tapi yang timbul adalah kesengsaraan yang ada disepanjang 81.000 km² pantai yang dipenuhi oleh sekitar 65 % manusia yang ada di Indonesia dengan tatapan dan sorotan mata yang mengandung simponi kemiskinan selama kurang lebih dari setengah abad dari babak keberadaan Indonesia.

Maka tepatlah dengan istilah yang sering dialamatkan dan disindirkan kepada mereka yang tidak tahu sama sekali. The Poorest Of The Poor, alias kelompok termiskin dari yang miskin. Mereka yang miskin ide, gagasan dan tindak aksi ekonomi. Mereka miskin informasi, pendidikan, pengetahuan, pelatihan-pelatihan, modal usaha serta kemampuan usaha. 

Selain itu mereka dalam lingkungan yang miskin dengan sarana, prasarana dan pranata sosial ekonomi yang merupakan prasyarat dan modal dasar bagi mereka untuk mengaktualisasikan dirinya sebagai anak cucu dari seorang pelaut di zaman yang notabene diklaim sebagai zamannya kemoderenan. Selain itu mereka hidup dilingkungan i dont care (istilah zaman anak modern) yang miskin perhatian, simpati dan empati. Mereka hidup dalam kemiskinan dan terjebak dalam lingkaran  setan kemiskinan (Poverty vicious circle) yang ujung pangkalnya tidak jelas dan saling terkait sebab-musababnya.

Ketidakmampuan dan ketidakberdayaan menghadapi Raksasa Globalisasi sehingga menciptakan ilegal product modernisasi. Kentalnya mementingkan kepentingan sendiri, dan pudarnya jiwa kekeluargaan dan kekerabatan adalah contoh kecil dari gilasannya. Menurut Rick Warren dengan konsep purpose driven memvonis Five Global Giants alias Lima Raksasa yang mempunyai kekuatan, kuasa dan pengaruh yang sangat besar. Lostness (ketersesatan), Lack of servant leaders (Pemimpin yang dilayani), Poverty (kemiskinan), Sickness (penyakit), dan Ignorance (kebodohan) adalah biang kerok ketidakberesan yang ada dimuka bumi ini. 
  
Simphoni Rindu Sang Pelaut
Maka sangat tepatlah untuk segera terbangun dari tidur nyenyak dengan nina bobo, untuk segera mengambil langkah dengan momen yang tepat di Pesta Demokrasi Rakyat  Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang sedang berjalan saat ini. Marilah kita sukseskan pesta ini karena sejatinya adalah pestanya rakyat untuk memilih pemimpin yang membawa aspirasi rakyat dan bukan pemimpin yang dilayani (Lack of servant Leaders) tetapi pemimpin yang melayani rakyat (The Real Leaders). Ingat ka le’...dan ingatki’ dengan janjita...!

Sewajarnya jika rakyat (Nelayan) merindukan suatu simphoni kerinduan sang pelaut yang telah lama tidak terngiang ditelinga mereka. Sumpah Palapa yang dikumandangkan dengan gagah oleh Mahapati Gaja Mada ”Saya tidak akan memakan buah kelapa sebelum wilayah ini kupersatukan dalam satu wilayah Nusantara Hasta Mandala Dwipa, semangat Jiwa dan Juang dari Andi Djemma yang terkonteks indah oleh para To Ciung ”Ma’ Bicara naparapi, Ma’ Binru Tepupi Napaja” ataupun petuah dari sang nenek moyang ”Sekali layar terkembang pantang biduk surut ke pantai”.

Masyarakat sekarang ini, utamanya para nelayan sangat merindukan suasana yang telah hilang, suatu kondisi jiwa dan semangat yang ada pada nenek moyang kita. Sikap dan tindak yang ramah tamah, kekeluargaan, kekerabatan, gotong royang serta jiwa persatuan dan kesatuan.

Kerinduan kedua adalah Pemimpin yang siap melayani masyarakat, mengutamakan kepentingan negara segagah dengan Mahapati Gaja Mada dan bekerja keras untuk rakyat seperti Raja Andi Djemma serta tokoh masyarakat, agama ataupun budayawan serta dari kaum akademisi yang bisa dijadikan panutan dalam bermasyarakat seperti tokoh To Ciung.

Bukankah dengan kesederhanaan dan ketradisonalan (menurut versi manusia modern saat ini) nenek moyang kita lebih sejahtera, lebih damai dan bahkan lebih mapan karena telah berhasil menyatukan rakyat yang lebih berbudi, bergotong royong dan saling menghargai dengan keberagaman, serta tanpa adanya  simphoni kemiskinan.

Jika dengan jiwa dan kearifan nenek moyang serta tetap berpegang kepada budaya serta didukung dengan ilmu dan perkembangan teknologi, saya yakin negara ini bisa kembali mendulang sejarah seperti apa yang telah dicapai oleh para nenek moyang kita sebagai seorang pelaut yang selalu Sipakainga, Sipakalebbi na to Sipatokkong.

Oleh: Rudy Syam
Mahasiswa Akhir Pascasarjana Universitas Hasanuddin.
BTP Blok Ac No. 9 Makassar

Saat di temui Bung Rudy sedang menulis dilaptop ditemani kopi dan setumpuk buku-buku lingkungan, kelautan dan sosial, pandangannya fokus tertuju pada layar komputernya. Setelah di wawancarai ternyata beliau sedang mempersipakan pembuatan buku barunya yang memuat banyak fakta tentang kondisi pesisi dan laut yang ada di Indonesia.

Tulisan yang ada di depan pembaca sekarang adalah catatan tentang sebagian kecil dari riset yang beliau lakukan selama menempuh studi Pasca sarjana di Universitas Hasanuddin. Kita tunggu tulisan-tulisan beliau selanjutnya. Semoga bermanfaat untuk semua...Amin !!

Link Affiliate :
http://UangDownload.Com/join/2076.html
http://topfacebookbisnis.com/go/2195954.html

http://UangDownload.Com/join/48632.html

https://masterkey.masterweb.net/aff.php?aff=5879


Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online Lowongan kerja buat facebookers Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online

TERKOMENTARI

Cafe Bisnis Online
Amal Shaleh (3) Amanat Undang Undang Dasar (1) Antropologi (1) Arang Tempurung (1) Artis (1) Arumi Bachim (1) Azon Profit MAster (1) BBM (4) Beli Buku (1) Bisnis Potensial (1) Blogger (2) Buku Book (2) Cari Dolar (3) Cari Duit (3) Demonstrasi (8) ebook (2) Fakultas Hukum Unhas (1) Future Technologi (4) Gerakan Indonesia Mengajar (8) Gerakan Mahasiswa (10) Gerakan Pekerja dan Buruh (3) Gizi Buruk (3) Halte Kayu (1) Hamdan Andank (1) Home Shcooling (2) Indonesia Maju (8) Info Lomba (3) Istana Negara (1) Isu Seksi (2) Jalan Baru Islam (4) Jual Buku (1) Jual Buku Digital (1) Kelautan (6) Kesimpulan Buku (1) Kesimpulan dan Saran (5) Kiamat 2012 (2) Kick Andy (1) Kolaborasi (1) Komisi (1) Komoditi (1) Kondisi Masyarakat Pesisir (1) Krisis Pangan (3) Kursus (2) Lamun (1) Lowongan Kerja (1) Masa Depan Dunia (8) Masa Depan Indonesia (18) Masa Depan Kelautan (1) Masyarakat Nelayan (4) McDonald's (1) Membuat Affiliate (1) Mengajar (8) Mobil Esemka (1) Mobil Moko (1) Pariwisata (1) Pasca Sarjana (1) Pendidikan Hukum (2) Penduduk Dunia (2) Penduduk Indonesia (4) Penelitian (2) Penemuan (4) Pengajian Anak (1) Penggulingan Rezim (5) Penggulingan SBY (4) Penhasil Dolar (1) Penjarahan (1) Perairan Indoensia (3) Perikanan (1) Pertanian (1) Pesisir Indonesia (4) Peternakan (1) Rekomendasi (2) Reviw Penelitian (1) Riset dan Survey (4) Sanggar Pendidikan (2) Selebritis (1) Simpulan dan saran (2) Soeharto (1) Software (1) Software Canggih (1) Sosial Politik (1) Statistik (1) Strategi Pembangunan (8) Sulawesi Selatan (2) Teknologi Informatika (8) Teknologi Masa Depan (4) Teknologi Tinggi (7) Tentara dan Polisi (2) Tulisan (3) Universitas Hasanuddin (6) Universitas Se-Indonesia (7) Wakatobi (2)
 

© Copyright LediSYah.com 2010 -2011 | Design by Syahnudin Syahden | Published by Ledisyah Template | Powered by Blogger.com.