Cafe Bisnis Online
News Update :

TERPOPULER

PROFIL Sanggar Pendidikan Anak Saleh & Cerdas [SPASC)

Kamis, 12 Januari 2012

A. LATAR BELAKANG

Pendidikan adalah sektor penting dalam pembangunan yang lebih bermoral dan modern. Sebagaimana tujuan pendidikan adalah untuk memanusiakan manusia secara baik, bertanggung jawab dan bermoral, maka berbagai upaya perlu dilakukan agar bisa mencapai tujuan tersebut.

Setiap orang tua selalu mengharapkan anaknya untuk tumbuh saleh dan cerdas. Harapan tersebt tidaklah bisa hanya dengan mengharapkan pendidikan formal yang ada, perlu pendidikan alternatif dengan proses yang terus menerus untuk menumbuhkan potensi kecerdasan dan kesalehan anak.

Akan tetapi dalam meningkatkan potensi tersebut harus pula dengan metode pendidikan yang sifatnya kreatif, dan fleksibel. Dengan begitu anak dengan mudah menerima dan mencerna materi pelajaran sekaligus anak lebih merasa bebas dan bisa belajar bertanggung jawab.

Dengan dasar di atas maka kam sebagai bagian dari masyarakat biasa membuat Sanggar Pendidikan Anak Saleh & Cerdas yang disingka SPASC. Dengan berbagai macam bentuk pendidikan dan pelatihan yang menarik bagi orang tua dalam menciptakan anaknya menjadi saleh dan cerdas. SPASC adalah gagasan murni dari Syahnudin Syahden melalui LePPAS-Indonesia untuk negeri tercinta.

B. MAKSUD & TUJUAN
Menciptakan generasi penerus bangsa yang saleh dan cerdas
Menggali dan menumbuhkan potensi minat dan bakat anak yang belum dikembangkan.
Merangsang dan menumbuhkan jiwa kepemimpinan anak yang mandiri, kreatif, dan inovatif sejak usia dini.

C. PENELENGGARA Sanggar Pendidikan Anak Saleh & Cerdas (SPASC) ini diselenggarakan oleh Lembaga Pemerhati Pendidikan Anak Bangsa-Indonesia (LePPAS-Indonesia).

D. KERJASAMA
Departemen Pendidikan Nasional - RI
Departemen Agama- RI
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi se- Indonesia
Dinas Pendidikan Pemuda & Olahraga Kabupaten/Kota se-Indonesia
Kantor Urusan Agama se-Indonesia
Yayasan Indonesia Bersih
Yayasan Saldin Kusuma Bangsa
Yayasan Bina Lestari Nusantara
Living Spititual Quotient (LSQ)
Komunitas Samparaja
Komunitas Independent
Ledisyah Development
Mart Consultant
Koperasi Marina
Lingkar Pemuda Mandiri (LPM)


E. PAKET PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
PAKET SALEH
1. Belajar Baca/Tulis Al-Qur'an
2. Belajar Adzan & Sholat
3. Belajar Tadarrus Al-Qur'an
4. Belajar Qasidah
5. Belajar Lagu Islami Modern
6. Belajar Puisi Islami
7. Belajar Drama Islami
PAKET CERDAS
1. Kursus Komputer (Bonus cara mengetik 10 jari)
2. Kursus Internet
3. Kursus Matematika
4. Kursus IPA Fisika
5. Kursus Bhs. Inggris
6. Kursus Bhs. Arab
7. Pelatihan Da'i Cilik
8. Pelatihan Simpoa
PAKET UMUM
1. Bimbingan Belajar
2. Sekolah Musik,
3. Sekolah Sulap

F. TIM PENGAJAR

Tim pengajar di sanggar kami adalah personal yang memiliki kapabilitas & profesionalitas, berasal dari Universitas/Sekolah Tinggi ternama, di antaranya :
1. Universitas Dayanu Iksanuddin
2. Universitas Muhammadiyah
3. Universitas Hasanuddin
4. Universitas Haluoleo
5. Universitas Muslim Indonesia
6. STKIK Dipanegara Makassar
7. STBA-LIA Yogyakarta
8. STMIK Handayani Makassar
9. Universitas Islam Negeri Makassar

G. METODE PEMBELAJARAN

Metode yang kami pakai dalam memberikan pelatihan/kursus disesuaikan dengan tingkat perkembangan umur dan psikologis anak, sehingga materi pembelajaran mudah dicerna dan dipahami. Dalam memberikan pembelajaran kami memberikan modul petunjuk dan buku-buku penunjang pelatihan dan kursus mengacu pada prinsip : Terstruktur, prosedural, kreatif, inovatif, fleksibel, dan profesional.

H. SYARAT MENJADI PESERTA
PAKET SALEH
1. Mengisi formulir Pendaftaran
2. Berbusana Muslim Rapi
3. Mentaati peraturan pembelajaran
4. Mengikuti jadwal pelatihan dengan baik
PAKET CERDAS
1. Mengisi formulir Pendaftaran
2. Membayar biaya pendaftaran dan biaya perbulan
3. Mentaati peraturan pembelajaran
4. Mengikuti jadwal pelatihan dengan baik

I. CATATAN
a. Setelah mengikuti pelatihan/ kursus peserta akan diberikan SERTIFIKAT STANDAR NASIONAL yang ditanda tangani oleh pengelola lembaga dan Dinas Terkait.
b. Kami akan selalu memberikan konsultasi bagi peserta yang telah mengikuti pelatihan/kursus pada paket cerdas, dikantor atau dirumah masing-masing.
c. Peserta yang telah mengikuti kursus akan menjadi bagian dari keluarga besar kami, sehingga secara langsung atau tidak langsung kami bertanggung jawab untuk memonitoring dan mengevaluasi perkembangan anak atas izin orang tua.
d. Keuntungan yang kami peroleh dari paket cerdas sebagian kami sumbangkan untuk kegiatan sosial, misalnya : pembangunan mesjid, beasiswa dan bantuan sosial lainnya.
e. Kami berharap kehadiran SPASC dapat diterima seluruh masyarakat demi perubahan yang lebih baik.

J. PENGEMBANGAN SPASC

Bagi Bapak(i), Saudara(i) yang ingin bekerjasama untuk membuka Sanggar Pendidikan Anak Saleh & Cerdas (SPASC) di rumahnya mewakili lingkungan, kami dengan senang hari melayani, dengan beberapa persyaratan, di antaranya :
1. Memiliki tempat untuk melaksanakan kegiatan SPASC minimal kegiatan yang ada pada Paket Saleh
2. Melengkapi berkas administrasi yang telah kami sediakan sebagai bentuk profesionalitas dalam bekerja.
3. Mengusulkan nama-nama yang akan menjadi pengelola SPASC, minimal 3 (tiga) orang terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Bendahara.
4. Merekrut Tim Pengajar SPASC yang tinggal di lingkungan tempat SPASC dibentuk.



INFO LEBIH LENGKAP Silakan :

HUBUNGI KAMI : 082188058554 (Direktur LePPAS-Indonesia) Syanudin Hasra, S.Kel
".... Setiap gerak adalah tari

Setiap suara adalah nada

Setiap orang adalah guru

Setiap tempat adalah sekolah...."

Link Affiliate :
http://UangDownload.Com/join/2076.html
http://topfacebookbisnis.com/go/2195954.html

http://UangDownload.Com/join/48632.html

https://masterkey.masterweb.net/aff.php?aff=5879
Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online Lowongan kerja buat facebookers Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online

BUKU TERBARU-Pengelolaan Ekowisata Pesisir & Laut (Pendekatan Ekologi, Sosial-Ekonomi, Kelembagaan & Sarana Wilayah), Prof. Dr. Ir. H. Amb Tuwo, DEA

Senin, 21 Maret 2011


Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk mendorong pemanfaatan sumberdaya pesisir dan laut secara berkelanjutan, namun belum mendatangkan hasil sesuai yang diharapkan. Bahkan saat ini, malah muncul kecenderungan meningkatnya aktivitas pemanfaatan yang mengancam kelestarian sumberdaya pesisir dan laut. Ekowisata Pesisir dan Laut merupakan bentuk pemanfaatan yang diyakini dapat menbantu mengatasi masalah tersebut. Diduga kuat bahwa pengembangan Ekowisata Pesisir dan Laut selama ini belum berhasil dengan baik, karena belum dipertimbangkan/diintegrasikannya berbagai komponen pengelolaan yang terkait dengan ekowisata. Komponen yang sering terabaikan atau luput dalam pengembangan Ekowisata Pesisir dan Laut, antara lain : kondisi ekosistem pesisir dan laut, sosial-ekonomi, kelembagaan, dan sarana wilayah.
Buku ini terdiri atas enam bagian. Pada bagian pertama diuraikan tentang konsep Pengelolaan yang mencakup : (1) Keunggulan Ekowisata Pesisir dan Laut; (2) Konsep Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut; (3) Pengelolaan Ekowisata Pesisir dan Laut; (4) Prinsip Dasar Ekologi dalam Pengelolaan Berkelanjutan. Pada bagian kedua diuraikan tentang Ekosistem Pesisir dan Laut yang dapat dijadikan objek wisata, yaitu : (1) Ekosistem Terumbu Karang; (2) Ekosistem Lamun; (3) Ekosistem Mangrove; (4) Ekosistem Estuaria. Pada bagian ketiga diuraikan tentang Kondisi Sosial, Ekonomi, Kelembagaan, dan Sarana Wilayah yang terkait dengan pengelolaan ekowisata. Pada bagian keempat diuraikan tentang Pendekatan Analisis yang mencakup: (1) Analisis Kondisi Ekosistem Mangrove; (2) Analisis Kondisi Ekosistem Padang Lamun; (3) Analisis Kondisi Ekosistem Terumbu Karang; (4) Valuasi Nilai Sumberdaya Pesisir dan Laut; (5) Analisis Citra; (6) Analisis Kondisi Sosial, Ekonomi, Kelembagaan, dan Sarana Wilayah; dan (7) Analisis Kondisi dan Kelayakan Ekowisata. Pada bagian kelima diuraikan Studi Kasus tentang Analisis Kelayakan Pengembangan Ekowisata Pesisir dan Laut yang mencakup: (1) Kelayakan Ekologis; (2) Kelayakan Sosial, Ekonomi, Kelembagaan, dan Sarana Wilayah; (3) Kelayakan Jenis Pengembangan Ekowisata; dan (4) Strategi Pengembangan Ekowisata. Pada bagian terakhir disajikan Petunjuk Praktis Pengelolaan Ekowisata yang mencakup : (1) Peningkatan Manfaat Ekowisata; (2) Penyusunan Rencana Kawasan Ekowisata; (3) Pengembangan Sarana dan Prasarana; (4) Pengelolaan Kerusakan; (5) Pengelolaan Wisatawan; (6) Pengelolaan Keuangan; dan (7) Monitoring Kawasan Ekowisata.

TENTANG BUKU INI :
Judul : Pengelolaan Ekowisata Pesisir & Laut (Pendekatan Ekologi, Sosial-Ekonomi, Kelembagaan & Sarana Wilayah)
ISBN : 978-979-16702-9-6
Penulis : Prof. Dr. Ir. H. Ambo Tuwo, DEA
Penerbit : BRILLIAN INTERNASIONAL
Tanggal Terbit : 2011-03-10
Jumlah Halaman : xii + 412 hlm
Berat Buku : 1000 gr
Jenis Cover : Soft Cover
Dimensi : 14 cm x 21 cm
Kategori : Teknik dan Ilmu Pengetahuan
Sinopsis : -
Harga : Rp. 75.000,-
Diskon : 20 %



Jika ingin melakukan pemesanan buku silakan menghubungi kami :
No. Telpon : 082188058554 (Syahnudin, S.Kel)
e-mail order : ledisyah@yahoo.com


Bonus (bagi yang ingin) : Tanda tangan langsung dari penulis (Prof. Ambo Tuwo, DEA)

Link Affiliate :
http://UangDownload.Com/join/2076.html
http://topfacebookbisnis.com/go/2195954.html

http://UangDownload.Com/join/48632.html

https://masterkey.masterweb.net/aff.php?aff=5879

Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online Lowongan kerja buat facebookers Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online

KESIMPULAN BUKU : Bebas Masalah dengan Amal Shalih, Penulis : DR. Falih Bin Muh. Falih

Jumat, 10 Desember 2010

Kami tutup buku ini dengan sebagian jenis musibah, yang aku sebutkan diantaranya :
1. Bahwa musibah merupakan sunnatullah yang pasti terjadi di kehidupan ini yang telah ditakar oleh Allah bagi hambanya, kemudian ia mengujinya dengannya. Yang wajib adalah mensikapinya dengan sikap yang sesuai syariat; dengan mengetahui hakikat musibah kemudian bersabar atasnya, memohon pahala karenanya dan keridhaanNya pada setiap qadha dan takdirNya. Dan yang lebih tinggi lagi yakni bersyukur kepada Allah atasnya, dan inilah kedudukan tertinggi dari orang yang tertimpa musibah, semoga Allah menyampaikan kita kepada kedudukan ini.
2. Bahwa ketika kita katakan, iman merupakan sebab untuk keluar dari kebutuan jalan ini bukan berarti bahwa duka, resah, gelisah, kesedihan tidak akan menimpa orang yang beriman. Bahkan hal ini juga telah menimpa Rasulullah SAW ketika beliau bersedih karena kematian istrinya Khadijah, juga ketika anaknya ibrahim meninggal, juga pada pertistiwa-peristiwa lainnya. AKan tetapi, seorang mukmin hendaknya bersabar atasnya, ridha dan mengharap pahala darinya, tidak goncang atau murka atau melakukan perbuatan yang menunjukkan perlawanan terhadap takdir Allah, atau menelantarkan amal dan pekerjaannya. Kemudian bahwa bencana khawatir dan kesediahan ini akan segera hilang ketika ia melaksanakan wasiat-wasiat agung yang tersebut diatas.
3. Diantara hakikat penting yang harus diketahui oleh seorang manusia adalah bahwa setiap manusia pasti akan mendapat bagian dari kerusakan dan kesedihan, karena jika tidak maka ia akan menjadi jumud / beku tidak ada pergerakan emosi. Lalu bagaimana ia akan menghidupkan perasaannya terhadap kedua orang tuanya, anak-anaknya, istrinya, lingkungannya dan kaum muslimin secara umum seandainya ia tidak mendapat bagian untuk menggerakkan emosinya? Yang penting adalah hendaknya bagian yang diterimanya tetap membuatnya teguh diatas batas-batas syariat, sehingga ia tidak melanggar batasan tersebut yang membuatnya menjadi terhenti dari pekerjaannya, perilakunya yang baik, mementingkan diri sendiri, dan seterunya. Ini memberi pengertian bagi kita, agar kita tidak tergoncang, karena bagian dari kesempitan yang kita terima masih bisa ditanggung, dan itu demi menggerakkan perasaan emosional untuk berbuat kebaikan dan perbaikan.
4. Bahwa perkara utama untuk membebaskan diri dari bencana-bencana di atas dan bencana selainnya adalah hendaklah seorang muslim mensikapinya sesuai syariat, yang ringkasannya :
a. Meyakini bahwa semua berasal dari Allah. Keyakinan ini akan mewariskan baginya keimanan terhadap qadha dan qadar Allah.
b. Bersabar atasnya tanpa bosan, mengeluh dan murka. Dan yang paling tinggi dari itu semua adalah, ridha kemudian bersyukur kepada Allah atasnya.
c. Memperbanyak amal-amal shalih, diantaranya :
- Dzikir-dzikir, membaca dan menghafal sebagian isi Al Quran
“Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’d : 28)
“Dan Kami turunkan dari AL Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al Isra : 82)
- Sholat
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.” (QS. Al Baqarah : 45)
“Istirahatkan kami dengannya wahai bilal”
- Beringak dalam kebaikan-kebaikan yang di syariatkan
‘Maka tidaklah harta berkurang karena sedekah’ dan ‘Sedekah dapat menghapus kesalahan’
- Memberi manfaat kepada orang lain, sebagaimana telah dibahas diatas berdasarkan beberapa hadits nabi
- Juga dengan membantu meringankan kesempitan mereka, menolong mereka, simpati kepada mereka, membantu mencukupi kebutuhannya dan lain-lain.
- Berdoa kepada Allah dan mengulang-ulanginya.
”Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (QS. Ghafir : 60)
“Dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan).” (QS. Al A’raf : 56)
- Memperbanyak istighfar
”Maka aku katakana kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat.” (QS. Nuh : 10-11)
Tidak melakukan perbuatan maksiat dan yang paling berat adalah perbuatan dzalim atas manusia karena hukumnya disegerakan (di dunia).
5. Bahwa pencegahan lebih utama daripada pengobatan, maka hendaklah seorang muslim membangun kehidupannya diatas dasar jalan Allah, sehingga ketika ia ditimpa musibah dan dilanda bencana, Allah segera menghilangkannya darinya, “Jagalah Allah maka Allah akan menjagamu”, Jagalah Allah, maka engkau akan mendapatiNya dihadapanmu”, “Kenalilah Allah pada masa kesenanganmu maka ia akan mengenalimu pada masa kesulitanmu.”
Ini adalah petunjuk-petunjuk ringkas yang penting dan praktis yang dibutuhkan oleh setiap muslim, aku memohon kepada Allah semoga tulisan ini bisa dirasakan manfaatnya, menjadikannya sebagai tabungan kebaikan-ku dalam kehidupan dunia dan setelah kematian serta saat dihadapkan kepada Pemelihara Seluruh Makhluk, sesungguhnya Ia maha mendengar, maha dekat dan maha mengabulkan.
Dan shalawat serta salam atas Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

Link Affiliate :
http://UangDownload.Com/join/2076.html
http://topfacebookbisnis.com/go/2195954.html

http://UangDownload.Com/join/48632.html

https://masterkey.masterweb.net/aff.php?aff=5879

Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online Lowongan kerja buat facebookers Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online

KESIMPULAN BUKU : STRATEGI PEMBANGUNAN-Mahathir & Soeharto; Penulis : Syamsul Hadi, Hal: 348-369

  1. Negara-negara pasca kolonial memilih kapitalisme sebagai cara membangun dan mengembangkan perekonomian, pemahaman tentang hugungan antara bentuk-bentuk rezim politik, industrialisasi dan modal asing penting untuk menjelaskan proses-proses dan output pembangunan ekonomi mereka.
  2. Negara homogen (jerman barat, jepang, korea selatan) lebih menonjolkan pengelompokan kebudayaan, jika dibandingkan dengan indonesia & malasyia yang masyarakatnya plural lebih menonjolkan stratifikasi sosial.
  3. Malaysia dan Indonesia sebagai negara pluralis dan pasca kolonial, memiliki 5 masalah utama yang harus dipecahkan dalam menyusun rezim politik dan dalam melaksanakan proyek-proyek pembangunan/industrialis.
1.   Struktur ekonomi domestik yang diwarisi dari era kolonial, sehingga dari segi industri hal ini menjadi problem dengan melemahnya eksistensi golongan borjuis di dalam negeri.
2.   Polarisasi horizontal yang terdiri dari pengelompokan (groupings) di dalam entitas-entitas kultural didasarkan oleh garis etnis dan agama.
3. Tumpang tindih sifat struktural kelas dan garis etnis (stratifikasi sosial didasarkan atas garis etnis.
4.  Tidak sempurnanya fondasi struktur industri dengan lemahnya keberadaan sektor manufaktur, yang menyebabkan tingginya ketergantungan pada sumber daya alam sebagai komoditas ekspor.
5. Dominasi modal asing dalam aktifitas-aktifitas industri yang produktif
  1. Kekuatan-kekuatan kolonial bertanggung jawab atas pembentukan struktur sosial yang dikaitkan pada pengelompokan secara budaya (cultural grouping). Kongkretnya, keberadaan kelas pengusaha etnis Cina sebagai entitas borjuis yang amat menonjol di kedua egara itu adalah dampak struktual langsung dari politik kolonial, yang efektif memisahkan politik dari ekonomi untuk melanggengkan dominasi mereka atas daerah jajahan.
  2. Minoritas penduduk asli dengan latar belakang aristokrat dan pendidikan modern menguasai pemerintahan negara, sementara mayoritas penduduk hidup dari sektor pertanian. Pembagian kerja seperti ini membuat sistem sosial demikian rapuh, karena ketidak puasan di dalam kesejahteraan ekonomi dapat selalu dimanipulasi dan bermuara pada ketegangan-ketegangan sosial melalui aktivasi identifikasi etnis.
  3. Pertanyaan yang besar adalah bagaimana rezim politik di dua negara itu dapat menyerap dua polarisasi yang berbeda (vetikal dan horizontal) degan masalah-masalah yang terkait dengannya, di dalam formasi politik yang secara efektif dapat memberikan :
a.   Suatu basis legitimasi yang kuat bagi negara di antara kelas-kelas dan kelompok-kelompok dalam masyarakat
b.   Suatu susunan sosial yang fungsional dan cukup kondusif untuk suatu pembangunan/industrialisasi nasional yang dibutuhkan untuk memperbaiki struktur sosial dan industri.
c.   Suatu langkah-langkah pembangunan dengan visi dan dengan determinasi yang efektif untuk melaksanakan program industrialisasi.
  1. Dengan otoritas dan kekuasaan di tangan, negara dapat merancang sebuah konsep pembangunan yang dapat mengakselerasikan, memoderenkan dan mengintegrasikan struktur industri serta struktur sosial yang lebih ‘sehat’
  2. Sebuah program industrialisasi sudah semestinya efektif dalam memberikan basis yang memadai bagi pembentukan suatu kelas etrepreneur yang solid sebagai lapisan masyarakat yang mendorong pembangunan ekonomi modern, hasil dari program industrialisasi ini akan terlihat dalam struktur industri yang tahan banting terhadap ‘goncangan-goncangan’ domestik dan global.
  3. Oleh karena itu kita di sini mendiskusikan industrialisasi dengan fungsi sosial, yang dibarengi dengan kemampuan negara untuk :
a. Melihat akar masalah sosial-ekonomi di dalam negeri di satu sisi, dan
b. Melaksanakan kebijakan program industrialisasi dengan cara yang relatif otonom
c. Mengelola upaya-upaya untuk memperjuangkan agenda kepentingan dan posisi bangsa secara lebih baik di dalam pembagian kerja internasional.
  1. Prasarat yang paling dibutuhkan untuk melaksanakan industrialisasi adalah suatu sistem pemerintahan yang efektif dan kepemilikikan basis modal yang kuat. Karena langkanya sumber daya modal dan karena beberapa alasan ekonomi dan politis lainnya, modal asing begitu terasa penting di Malaysia dan Indonesia sebagai penggerak industrialisasi.
Pernyataan : bagaimana negara dapat melihat kehadiran modal asing demi mewujudkan agenda dan visi ekonomi-politik mereka menjadi bagian penting dari kapasitas otonomnya.
  1. Oleh karena itu, negara harus mempunyai kemampuan yang bermakna untuk mengelola langsung modal asing demi memperkuat dan mengintegrasikan industrinya dan juga memperbaiki struktur sosial masyarakatnya.
  2. Mencapai pertumbuhan ekonomi adalah penting, namun yang tak kalah penting adalah bagaimana negara dapat membantu mengintegrasikan struktur industri nasional bila ingin memcahkan masalah-masalah sosial seperti pengangguran dan kesenjangan sosial.
Dinamika Rezim Politik di Indonesia dan Malaysia
  1. Yang terpenting dalam periode kolonial adalah pembentukan struktur sosial domestik yang eksistensinya terus berlanjut hingga periode pasca kolonial (Bukti terakhir : masih ingat ungkapan alfian malarangeng “ Belum saatnya…….?”
  2. Malaysia meraih kemerdekaannya melalui negosiasi yang terus menerus dengan kekuatan kolonial, Indonesia mencapainya lewat perjuangan revolusi bersenjata dikombinasikan dengan upaya-upaya diplomatik.
  3. Di malaysia, kerusuhan etnis yang terjadi pada bulan Mei 1969 tak terbantahkan arti pentingnya dalam sejarah dinamika politik negeri itu. Faktor penting yang berada di belakang kerusuhan etnis tersebut adalah ketidakmampuan rezim aliansi untuk meredam kepentingan yang saling bertolak belakang dalam masyarakat pasca kolonial. Ketidak puasan dikalangan orang melayu berjalan sejajar dengan makin melebarnya jurang ekonomi etnis melayu dan etnis cina. (kejadian ini pernah terjadi di Makassar, saat orang gila dari etnis cina memperkosa seorang gadis pribumi, tapi kenapa bisa jadi kerusuhan massa…….?)
  4. Apabila pemenang pertarungan politik tahun 1965 di Indonesia adalah tentara, krisis tahun 1969 di Malaysia bermuara pada pembentukan rezim politik pasca 1969 yang utamanya di dominasi oleh sayap kaum muda UMNO yang di pimpin oleh Tun Abdul Razak. Pada tahun 1987, praktek otoritarian di Malaysia menajam mengikuti tajamnya rivalitas antara Mahathir dan Tengku Rezeleigh Hamzah di puncak tertinggi UMNO.
  5. Di Indonesia sampai dengan akhir 1980-an rezim politik cenderung ekslusif. Dengan jenderal-jenderal AD sebagai penguasa negara yang dominan, pemerintah hanya berkolaborasi dengan ekonom-teknokrat dan juga beberapa pemimpin mahasiswa angkatan 66 dan menolak mengundang partai-partai politik untuk ikut ambil bagian dalam pemerintahan negara. Rezim AD ini membangun struktur korporasi di bawah bendera GOLKAR untuk memobilisasi dukungan publik.
  6. Di penghujung tahun 1980 an, dengan niat membangun basis dukungan yang kuat bagi dirinya, soeharto mulai berpikir ulang atas kebijakan pemerintahannya yang anti islam dan saat itu untuk mengakomodasi konstituen Muslim untuk berpartisipasi di dalam sistem, terutama melalui pembentukan ICMI dengan arahan untuk mengkooptasi kelas menengah muslim dan memberi suatu daya dukung baru secara politik bagi pemerintahan di tahun 1990 an.
  7. Terlepas dari tekanan publik berkenaan dengan kondisi-kondisi ekonomi yang parah menyusul krisis moneter, perpecahan di dalam tubuh para pemimpin militer juga merupakan faktor penting di belakang kegagalan soeharto untuk tetap bertahan dalam krisis tahun 1997-1998. Ketika dukungan internasional dan dari dalam negeri atas kepemimpinannya telah banyak menurun, Soeharto akhirnya mengumumkan pengunduran dirinya 21 MEI 1998.
Dinamika Industrialisasi yang Bergantung dan Peran Modal Jepang
  1. Malasyia mencoba secara serius menormalisasi ekonomi dan politik negeri mereka. Dengan mengandalkan kaum borjuis kecil Melayu sebagai basis sosial sosial utamanya, rezim politik baru di Malaysia menggaris bawahi komitmennya untuk merustrukturasi masyarakat Malaysia yang multi etnik ke arah penguatan posisi ekonomi Bumiputera (teristimewa orang melayu), yang dirumuskan dalam program New Economic Policy (NEP).
  2. Semua elemen di dalam koalisi NEP sepakat bahwa sebab utama kerusuhan etnis di tahun 1969 adalah kesenjangan ekonomi antara Bumiputera (terutama etnis melayu) dan Non-Bumiputera (terutama etnis cina).
  3. Di malasysia sistem pasar bebas yang dikembangkan oleh rezim Aliansi diganti oleh inisiatif negara untuk mengangkat harkat, martabat dan kepentingan etnis Melayu. Untuk mencapai tujuan NEP ini adalah dicapainya 30 % saham perusahaan-perusahaan untuk dialihkan ke tangan orang melayu, membentuk sejumlah badan-badan birokrasi dan perusahaan negara untuk mendukung dan memfasilitasi pengembangan bisnis etnis melayu.
  4. Di samping berpihak pada kepentingan etnis Melayu, negara juga aktif menampilkan dirinya juga sebagai badan yang aktif dalam kegiatan akumulasi modal.
  5. Di Indonesia, tentara berkolaborasi dengan teknokrat target pertama pemerintahan soeharto adalah membangun ekonomi, yaitu : menstabilkan makro ekonomi melalui kebijakan ortodoks (new klasik), seperti menekan angka laju inflasi dan mengurangi defisit anggaran yang sedang berjalan, meluncurkan beberapa peraturan untuk mengundang modal dan bantuan asing untuk menggairahkan pasar dalam negeri dan sistem produksi. Berbeda dengan malaysia…..?
  6. Dengan berporos pada pertamina kelompok nasionalis di dalam negara mulai meluncurkan proyek-proyek industrialisasi yang bertujuan menciptakan kemandirian dan sistem produksi ekonomi yang semakin modern. Akan tetapi, kelompok tersebut terpolarisasi menjadi 3 kelompok : (1). Kelompok Dept. Perindustrian, dengan agenda mengintegrasikan struktur industri nasional, (2). Kelompok Habibie (BPPT, BSIP) yang terobsesi untuk membangun teknologi tinggi seperti : Industri Pesawat terbang. (3). Kelompok sekretaris negara (SESNEG) yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang mengontrol dan mendistribusikan proyek-proyek negara di sekitar elite dan kelompok terpilih yang mendukung Golkar dan rezim soeharto.
  7. Hubungannya dengan Jepang, Indonesia di tahun 1970-an mengalami gelombang pertama kedatangan pemodal Jepang. Arus masuk modal Jepang yang melimpah tersebut membuka kesempatan bisnis yang luas bagi kalangan militer dan partner sipil mereka (yang sebagian besar etnis Cina), tetapi gejala tersebut juga mengancam posisi pengusaha asli pribumi yang kurang dalam hal dana maupun kontak-kontak dengan kalangan militer. Hal ini merupakan faktor penting di belakang meledaknya kasus Malari di januari 1974, dimana protes anti-jepang yang di inspirasi oleh gerakan mahasiswa akhirnya berubah menjadi rusuh massa.
Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online Lowongan kerja buat facebookers Cafe Bisnis Online Cafe Bisnis Online

TERKOMENTARI

Cafe Bisnis Online
Amal Shaleh (3) Amanat Undang Undang Dasar (1) Antropologi (1) Arang Tempurung (1) Artis (1) Arumi Bachim (1) Azon Profit MAster (1) BBM (4) Beli Buku (1) Bisnis Potensial (1) Blogger (2) Buku Book (2) Cari Dolar (3) Cari Duit (3) Demonstrasi (8) ebook (2) Fakultas Hukum Unhas (1) Future Technologi (4) Gerakan Indonesia Mengajar (8) Gerakan Mahasiswa (10) Gerakan Pekerja dan Buruh (3) Gizi Buruk (3) Halte Kayu (1) Hamdan Andank (1) Home Shcooling (2) Indonesia Maju (8) Info Lomba (3) Istana Negara (1) Isu Seksi (2) Jalan Baru Islam (4) Jual Buku (1) Jual Buku Digital (1) Kelautan (6) Kesimpulan Buku (1) Kesimpulan dan Saran (5) Kiamat 2012 (2) Kick Andy (1) Kolaborasi (1) Komisi (1) Komoditi (1) Kondisi Masyarakat Pesisir (1) Krisis Pangan (3) Kursus (2) Lamun (1) Lowongan Kerja (1) Masa Depan Dunia (8) Masa Depan Indonesia (18) Masa Depan Kelautan (1) Masyarakat Nelayan (4) McDonald's (1) Membuat Affiliate (1) Mengajar (8) Mobil Esemka (1) Mobil Moko (1) Pariwisata (1) Pasca Sarjana (1) Pendidikan Hukum (2) Penduduk Dunia (2) Penduduk Indonesia (4) Penelitian (2) Penemuan (4) Pengajian Anak (1) Penggulingan Rezim (5) Penggulingan SBY (4) Penhasil Dolar (1) Penjarahan (1) Perairan Indoensia (3) Perikanan (1) Pertanian (1) Pesisir Indonesia (4) Peternakan (1) Rekomendasi (2) Reviw Penelitian (1) Riset dan Survey (4) Sanggar Pendidikan (2) Selebritis (1) Simpulan dan saran (2) Soeharto (1) Software (1) Software Canggih (1) Sosial Politik (1) Statistik (1) Strategi Pembangunan (8) Sulawesi Selatan (2) Teknologi Informatika (8) Teknologi Masa Depan (4) Teknologi Tinggi (7) Tentara dan Polisi (2) Tulisan (3) Universitas Hasanuddin (6) Universitas Se-Indonesia (7) Wakatobi (2)
 

© Copyright LediSYah.com 2010 -2011 | Design by Syahnudin Syahden | Published by Ledisyah Template | Powered by Blogger.com.